Bangkok-
Read More : Sri Mulyani Pernah Sebut Isa Rachmatarwata Orang Terkaya di RI
Seorang wanita membuat keributan di bandara, mengaku membawa bom dan mengancam akan meledakkannya!
Thaiger memberitakan, Sabtu (28/9), seorang wanita Polandia terbang dari Da Nang, Vietnam, menuju Bangkok, Thailand. Ia menaiki pesawat Vietnam VietJet Air dengan nomor penerbangan VZ961.
Belum ada penjelasan bagaimana awal mulanya, namun wanita tersebut, Myrcik Malgoezata Ewelina, mengaku dirinyalah yang menyimpan bom di pesawat tersebut.
Pusat Keamanan Bandara Suvarnabhumi menerima pemberitahuan dari Pusat Pengendali Lalu Lintas Udara pada pukul 14:18 tanggal 26 September waktu setempat.
Setibanya di bandara, pesawat harus diparkir di tempat parkir terpencil di sisi timur bandara. Evelina ditangkap oleh awak kabin dan petugas bandara, dan 116 penumpang, termasuk bayi, dipindahkan ke stasiun penyelamat kebakaran.
Petugas dari Kantor Polisi Suvarnabhumi melakukan penggeledahan menyeluruh terhadap setiap penumpang, barang bawaan dan barang-barang pribadinya, namun tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Tidak ada barang berbahaya yang ditemukan pada Evelina.
Investigasi berakhir sekitar pukul 16.31 waktu setempat, dan sisa penumpang diproses sesuai prosedur kedatangan normal. Pihak bandara memastikan bahwa insiden tersebut tidak mengganggu layanan atau penerbangan apa pun.
Evelina masih ditahan untuk diinterogasi. Motif tindakannya dan rincian persidangan lainnya belum dipublikasikan.
Avellina diperkirakan akan didakwa berdasarkan Pasal 22 Undang-Undang Pelanggaran Navigasi Udara karena menyebarkan informasi palsu yang menyebabkan kepanikan selama perjalanan udara. Hukumannya maksimal lima tahun penjara, denda maksimal 200.000 baht (Rs 93 juta), atau keduanya.
Jika tindakannya terbukti mempengaruhi keselamatan pesawat, ia menghadapi hukuman penjara 5 hingga 15 tahun, denda 200,000 hingga 600,000 baht, atau keduanya.
Saksikan video “Video: International Modern Pentathlon Union berupaya mendapatkan izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan” (bnl/bnl)