Jakarta –

Read More : DPR Bakal Lanjut Bahas Aturan Perlindungan buat Ojol

Asosiasi Pekerja Dirgantara dan Mekanik Internasional (IAM) mengatakan negosiasi antara pekerja dan Boeing ( BA.N ) mengenai upah dan kontrak kerja baru terhenti, artinya mereka belum mencapai kesepakatan.

Perlu diketahui, saat menegosiasikan kontrak kerja baru dengan para pekerja, IAM meminta kenaikan gaji sebesar 40%. Selain itu, mereka juga meminta pengembalian manfaat pensiun yang dibatalkan dalam kontrak sepuluh tahun lalu.

Namun Boeing menawarkan kepada pekerjanya kenaikan gaji sebesar 30 persen selama empat tahun dan penerapan kembali bonus kinerja, yang menurut mereka merupakan “tawaran terbaik dan terakhir”.

Namun serikat pekerja mengatakan bahwa jumlah tersebut dalam survei anggota tidaklah cukup. Situasi ini menyebabkan berakhirnya perundingan kontrak kerja baru.

“Kami tetap terbuka untuk melakukan negosiasi dengan perusahaan, baik secara langsung maupun melalui mediasi,” kata IAM dalam rilis X, dikutip Reuters, Sabtu (28/9/2024).

Di sisi lain, Boeing mengaku akan terus berusaha melakukan negosiasi dengan para pekerja mengenai masalah kenaikan gaji dalam kontrak kerja baru mereka. Apalagi mengingat bagaimana perusahaan harus memenuhi kontrak tersebut untuk mengakhiri mogok kerja para pekerja.

“Boeing tetap berkomitmen untuk merestrukturisasi hubungannya dengan para pekerja yang diwakilinya dan ingin mencapai kesepakatan sesegera mungkin,” kata juru bicara perusahaan melalui email.

“Kami siap bertemu kapan saja,” kata Boeing dalam pernyataannya.

Sebagai informasi, lebih dari 32.000 pekerja Boeing di wilayah Seattle dan Portland, Oregon sebelumnya melakukan aksi mogok pada 13 September 2024.

Pemogokan tersebut menghentikan sementara produksi pesawat perusahaan, termasuk Boeing 737 MAX. Ini merupakan pemogokan pertama yang dilakukan serikat pekerja Boeing sejak 2008. (di sebelah kanan/di sebelah kanan)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *