Purbalingga-

Read More : Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Jika Makan Nasi Merah Setiap Hari

Jalur pendakian Gunung Slamet ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Saat berita itu diumumkan, 329 orang sudah mendaki gunung tersebut.

Direktur base camp pendakian Gunung Slamet lewat Bambangan, Saiful Amri mengatakan, saat diumumkan peningkatan aktivitas Gunung Slamet yang diikuti penutupan jalur pendakian, ada ratusan pendaki yang mendaki melalui kandang Bambangan.

“Jadi saat siaran persnya keluar, ada pendaki yang melakukan pendakian. (Pukul 11.30 WIB) kita sudah ada 329 pendaki yang melakukan pendakian dari tiang Bambangan,” kata Saiful, Senin (13/5).

Dijelaskannya, penutupan jalur pendakian sebenarnya sudah dilakukan sejak akhir pekan lalu. Namun, hanya ada satu pengumuman resmi setelahnya.

“Pengumuman laporan aktivitas Gunung Slamet keluar setiap 15 hari. Kemarin karena ada peningkatan aktivitas yang signifikan, baru keluar setelah 8 hari. Bahkan, mulai ditutup kemarin sore tanggal 12,” kata Saiful.

“Sejak kemarin ditutup untuk mengantisipasi banyaknya pendaki yang tidak percaya karena petugas IG Slamet via Bambangan belum mengumumkan penutupannya. Akhirnya baru hari ini kami bisa memberikan informasinya,” lanjutnya.

Namun pihaknya tidak bisa segera mengumpulkan ratusan pendaki yang terus melakukan pendakian. Sebab mereka hanya mau berkemah di stasiun 5 dan itu masih dalam batas radius aman.

“Alasannya dilakukan karena kami tahu mereka hanya naik dalam radius aman, yaitu sekitar 3 km dari puncak. Itu lokasinya di Pos 5, jadi kami biarkan mereka berkemah semalaman naik dan meninggalkan mereka,” jelasnya.

Saiful mengatakan meski terjadi peningkatan aktivitas, namun status Gunung Slamet tidak berubah. Meski demikian, manajemen tetap khawatir akan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.

“Negara masih waspada level II, namun kegempaannya meningkat signifikan. Makanya pimpinan khawatir akan terjadi kejadian seperti Gunung Marapi, karena berdampak pada nyawa manusia, akhirnya kami memutuskan untuk menarik pasukan dari ketinggian,” Saiful menjelaskan.

“Pada tanggal 11 terlihat kepulan asap tebal dengan sangat jelas. Namun pada tanggal 12 semuanya tampak sangat tenang,” lanjutnya.

Jika aktivitas vulkanik berkurang maka pendakian akan dibuka kembali. Namun setelah pengumuman resminya.

“Ini setelah dibuka tanggal 12 bulan lalu. Tepat satu bulan. Kalau aktivitasnya sudah berkurang, akan dibuka kembali dengan pengumuman resmi,” tutupnya.

——-

Artikel ini muncul di detikJateng. Saksikan video “Momen Evakuasi Pendaki Ditemukan Meninggal di Gunung Agung Bali” (wsw/wsw)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *