Jakarta –

Read More : Klasemen Liga Champions: Barcelona Kedua, City Terpuruk di Posisi 22

Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa sepeda motor Indonesia harus menggunakan sistem pengereman anti-lock atau rem ABS. Lantas apa pendapat Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI soal rencana tersebut?

Kepala Urusan Niaga AISI Sigit Kumala mengatakan, pihaknya bertemu dengan pemerintah untuk membahas kemungkinan wajibnya sepeda motor menggunakan rem ABS di Indonesia. Ia mengingatkan, segala keputusan yang diambil tidak boleh mengganggu penjualan kendaraan di dalam negeri.

“Harus kita lihat dulu, kita dalam tahap pembahasan dengan pemerintah, tujuannya agar kebijakan tersebut tidak mengganggu industri, masih dalam tahap pembahasan,” kata Sigit Kumala saat ditemui IMOS. Penjualan sebelum tahun 2024 di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sigit menjelaskan, sebelum mengambil keputusan serius, aturan mengenai mobil harus diperhatikan dengan matang. Pasalnya penggunaan rem ABS membutuhkan biaya tambahan. Hal ini tentunya akan mempengaruhi harga jual mobil tersebut.

“Karena urusan roda ini harus melibatkan banyak pihak, maka kalau politik harus dilihat dari semua sisi. Jangan sampai ada yang dirugikan,” ujarnya.

Seperti diberitakan detikOto sebelumnya, isu wajib pengereman ABS diungkap Ahmad Wildan yang merupakan ketua penyidik ​​Komisi Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT. Rencana tersebut disampaikan tak lama setelah pemerintah Malaysia mengumumkan akan menerapkan undang-undang terkait mulai tahun depan.

Pengereman ABS merupakan teknologi pada kendaraan roda empat dan roda dua untuk mengurangi resiko terjadinya tabrakan karena roda terkunci saat pengemudi mengerem kuat-kuat di jalan licin. Terkadang teknologi ini terbukti sangat sulit efektif mengendalikan kendaraan. risikonya,” kata Wildan kepada detikOto, belum lama ini.

Jika mengacu pada Rencana Nasional Keselamatan Jalan dan Lalu Lintas (RUNK LLAJ), menurutnya kendaraan harus menggunakan teknologi terkini untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Oleh karena itu, dia sepakat agar Indonesia mengikuti jejak Malaysia yang mewajibkan kendaraan roda dua menggunakan ABS. Namun dalam praktiknya memerlukan kajian dan penelitian yang cermat.

“Jika dikatakan wajib ABS juga diterapkan pada sepeda motor di Indonesia, tentu sangat baik mengingat angka kecelakaan sepeda motor di Indonesia sangat tinggi dan kasus kecelakaan sepeda motor di Indonesia juga sulit dikendalikan.” kata Wildan. . Tonton video “Rem Elf 19 Blong, Lalu Tabrakan Sepeda Motor, 2 Mati” (sfn/dry)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *