Jakarta –
Read More : Saham SK Telecom Anjlok Gegara Kebocoran Data
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menegaskan keamanan siber di Indonesia masih lemah. Pelanggaran data pribadi dan peretasan data negara merupakan tanggung jawab yang harus segera diatasi
Bambang mengatakan ketahanan keamanan siber Indonesia perlu ditingkatkan.
“Ketahanan keamanan siber perlu lebih ditingkatkan. Hal ini juga terkait dengan kejadian peretasan data nasional yang menunjukkan pentingnya menyediakan lembaga pemerintah yang fokus pada keamanan siber, termasuk peraturan perundang-undangan,” kata Bambang di Gedung Konferensi Tahunan DPR/MPR, Jakarta , Jumat (16/8/2024).
Indonesia terus mengalami pembobolan data secara masif, mulai dari 15 juta data BSI, 337 data Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, 105 juta data KPU pemilu, hingga serangan siber ransomware Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang heboh hingga mengganggu jalannya pemerintahan. layanan publik.
Baru-baru ini, data Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) diduga bocor dan dijual di forum hacker Breachforums seharga $10.000 (sekitar $160 juta).
Lebih lanjut, Bambang mencontohkan data Indeks Keamanan Siber Nasional yang menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam ketahanan keamanan siber dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
“Indonesia masih menempati peringkat kelima di Asia Tenggara dalam hal keamanan siber menurut Indeks Keamanan Siber Nasional,” ujarnya.
Sebagai solusi peningkatan keamanan siber Indonesia, Bambang mengusulkan dan mendorong TNI membentuk dimensi keempat, yaitu cyber army.
Ia menyimpulkan: “Sudah saatnya Indonesia segera bersiap menggunakan kekuatan siber untuk membentuk satuan keempat Tentara Nasional Indonesia yang kehadirannya dimaksudkan untuk memperkuat kekuatan yang ada yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. video “Takbir Bamsoet Teriakan Saat Akses PKS” (agt/fay)