Jakarta –
Read More : Tips Sederhana Darius Sinathrya-Donna Agnesia Lindungi Keluarga dari Diabetes
Bagi sebagian orang, kopi merupakan minuman sehari-hari. Faktanya, tidak baik memulai hari tanpa secangkir kopi.
Ada banyak alasan mengapa seseorang meminum kopi. Selain rasa dan aromanya yang unik, kopi memiliki beragam manfaat bagi kesehatan mulai dari meningkatkan energi, meningkatkan mood, dan meningkatkan fokus.
Namun, dampak negatif kafein kerap diperbincangkan. Salah satunya mengatakan bahwa kopi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Apakah itu benar?
Dokter spesialis neurologi dr Eka Harmeivaty mengatakan kepada SpN bahwa hubungan antara kopi dan tekanan darah kerap menjadi bahan penelitian di berbagai negara. Menariknya, hasil penelitian tersebut menunjukkan hasil yang beragam.
“Ada yang bilang kopi bisa menurunkan tekanan darah, dan ada penelitian di Korea. Bahkan, penelitian lain menyebutkan kopi bisa meningkatkan tekanan darah.”
Mengenai apakah kafein dapat meningkatkan tekanan darah, Dr. Eka bilang dia benar-benar bisa melakukannya. Namun, peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh kopi bersifat sementara.
“Kopi mengandung kafein. Setelah minum kopi, efek kafein meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah naik dalam waktu 30 menit, bertahan selama 1-4 jam, lalu turun lagi.”
Lanjut dr Eka, “Jadi ketika kita minum kopi, justru menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Begitu efek kafeinnya hilang, maka kembali normal.”
Dr Eka mengatakan, pasien hipertensi harus berhati-hati saat minum kopi. Jika hipertensi tidak parah atau tergolong kelas 1, Anda boleh minum kopi dalam jumlah terbatas.
“Masih diperbolehkan jika Anda memiliki hipertensi tipe 1. Penelitian menyebutkan tidak lebih dari dua cangkir,” ujarnya.
Sedangkan bagi penderita hipertensi yang sudah parah disarankan untuk tidak minum kopi agar kondisinya tidak semakin parah. Tonton video “Anjuran menghindari kopi dan teh di pagi hari” (ath/kna)