Jakarta –
Read More : Terungkap! Ada 1.967 CPNS Mengundurkan Diri
Kementerian Pertanian (Kementan) RI menegaskan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sangat serius dan tidak akan kompromi dalam membersihkan calo proyek atau mafia pengadaan di Kementerian Pertanian. Upaya tersebut merupakan komitmen Menteri Pertanian dalam memberantas korupsi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Kepala Kantor Humas dan Informasi Kementerian Pertanian Moch Arief Cahyono mengatakan Amran ingin mengembalikan harkat dan martabat Kementerian Pertanian seperti lima tahun lalu, ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi lembaga anti korupsi. -kepuasan. Harga.
“Pak Menteri hanya ingin Kementan kembalikan harkat dan martabatnya. Dan beliau tidak segan-segan mengambil jalur hukum jika ada pihak-pihak yang mencoba main-main dan memimpin secara koruptif, bahkan akan membawa ke pihak berwajib,” kata Arif, dalam keterangannya. keterangan tertulis, Selasa (9/10/2024).
Jadi tidak benar jika ada pihak-pihak tertentu yang menduga Menteri Pertanian Imran punya kepentingan tertentu. Kami menilai tidak ada pihak yang mencoba memutarbalikkan fakta dan membuat cerita seolah-olah ada sesuatu di balik perusahaan menteri tersebut. memberantas calo di Kementerian Pertanian,” lanjutnya.
Sekadar informasi, Kementerian Pertanian yang dipimpin Amran mendapat penghargaan sebagai salah satu Kementerian, Lembaga, dan Organisasi Pemerintah Daerah (KLOP) terbaik pada kategori Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kementerian Pertanian menerima penghargaan anti gratifikasi dari lembaga antirasuah KPK sebanyak tiga kali berturut-turut. Sejak lama, kata Arif, Imran dikenal tegas bersuara kepada anak buahnya yang mempermainkan nasib petani. Ia tidak ingin ada penipuan atau penyalahgunaan anggaran yang banyak dialami petani.
“Hari ini saya perintahkan Irjen (Irgen) untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum atas pengaduan yang saya terima bahwa ada oknum (broker/broker) yang menjanjikan calon pemasok untuk mendapatkan pembelian di Kementerian Pertanian untuk menyetor 15 -20% dari hasil pembelian. nilai kontrak,” kata Arief. Karena itulah Aarif teringat pesan Imran yang disampaikan kepada seluruh pejabat dan pegawai agar tidak menimbulkan aib, seperti korupsi. Terutama ketika Anda membeli barang dan jasa.
“Kalau ada yang berani melakukan ini, seperti kata menteri, sanksinya pencopotan,” kata Arif.
Imran diketahui melakukan demo, kekalahan, bahkan pengunduran diri sejak dilantik Presiden Yaqowi di awal pemerintahannya. Imran setidaknya berjasa menangani penurunan pangkat dan mutasi lebih dari 1.500 pegawai Kementerian Pertanian yang bermasalah dan mengawasi 700 mafia makanan.
Imran sukses membersihkan internal Kementerian Pertanian karena mempermainkan pangan, dan menjaga integritas pejabat dari perilaku koruptif.
Sebelumnya, Irjen telah memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam pengaduan tersebut dan dari hasil penyelidikan diduga kuat terdapat unsur pidana umum dan pidana khusus.
“Saya sudah perintahkan Irjen untuk melakukan penyidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pengaduan masyarakat yang saya terima sebelum menyerahkannya kepada aparat penegak hukum,” tutupnya. (Acd / misalnya)