Jakarta –

Read More : 4 Tips Praktis Mengelola Pajak yang Baik bagi UMKM

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan salah satu tantangan terbesar di era digital adalah kemajuan teknologi internet. Ia mengatakan tantangan tersebut akan dihadapi generasi muda saat ini, termasuk bahaya perjudian online.

Meutya mengatakan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, bermunculan berbagai jenis aktivitas di dunia maya. Namun di sisi lain, terdapat juga kegiatan terlarang yang belum disadari oleh siswa.

“Kita tahu bahwa tantangan ke depan merupakan tantangan bagi seluruh generasi muda khususnya. Salah satu tantangan terbesar di era digital ini tentunya adalah kemajuan teknologi internet,” kata Meutya saat mengunjungi SMA Negeri 92 Jakarta, Selasa (12/1). 11/2024).

Dalam kesempatan tersebut juga Meutya menyampaikan peran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam pemberantasan perjudian online, dengan Komdigi menyikapi konten-konten yang melanggar peraturan perundang-undangan, termasuk perjudian online. Sedangkan transaksi terkait dilakukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan bank memantau transaksi keuangan.

Menkominfo kemudian memaparkan data banyak anak dan remaja yang terjerumus ke dalam game online. Sekitar 200.000 orang di bawah usia 19 tahun terpapar perjudian online.

Kenapa terdeteksi? Karena transaksinya terlihat, karena masyarakat melakukan transaksi online dan transaksi membeli makanan atau mengirim barang melalui aplikasi dan lain-lain, bedanya terpantau, akan terlihat perbedaannya, ujarnya.

Meutya mengungkapkan dampak negatif dari bermain judi online mulai dari berdampak pada psikologi seseorang, meminjam uang dalam jumlah besar, bahkan sampai merenggut nyawa korbannya.

“Kami sepakat internet membantu. Banyak yang jelek atau tidak? Namanya alat tergantung apa yang digunakan, bisa juga buruk,” kata Menkominfo.

“Saya ingin adik-adik melihat. Jangan salahkan mereka, kalau ada yang dikenang, bukan dijauhi, karena gamer online di kalangan anak muda adalah korban dan bukan penjahat,” tutupnya. Komdigi menonaktifkan 11 pegawai yang ‘Bina’ Judol” (agt/agt)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *