Jakarta-

Read More : Kata Pakar IT soal Migrasi Sistem TikTok Shop-Tokopedia di Balik Layar

Pembuluh darah merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting. Otak yang merupakan organ sentral tubuh juga memiliki pembuluh darah yang dapat menimbulkan masalah atau kelainan.

Ketika terjadi kelainan pada pembuluh darah, banyak risiko penyakit yang bisa terjadi. Salah satu cara untuk mendeteksi kelainan dan kelainan pembuluh darah otak adalah dengan tes DSA. Pelajari proses DSA

Dokter Spesialis Neurologi RS Abdi Waluyo. Irwin Joe, SPN, FINA menjelaskan DSA atau digital Substraction Angiography merupakan suatu diagnostik atau tes yang memberikan gambaran jelas mengenai kondisi pembuluh darah di otak.

“Yang kami ambil adalah gambar pembuluh darah, secara digital menghapus gambar jaringan lain seperti jaringan otak dan jaringan tengkorak. Yang tersisa adalah gambar lengkap pembuluh darah otak,” jelas Dr Irwin dalam percakapan. detikcom, Jumat (26/4/2024).

Jadi kita bisa melihat gambar pembuluh darah, baik alirannya, dinding pembuluh darah, penyakit, atau kelainan pada dinding pembuluh darah. Menggunakan peralatan dengan teknik radiasi untuk menangkap gambarnya, lanjutnya.

Banyak kasus yang telah diobati dengan DSA, seperti stroke akut, penyempitan pembuluh darah, dan bahkan aneurisma otak.

Dr. Irwin mengatakan proses DSA sangat sederhana. Diperlukan jalur akses atau entry point dengan cara menusuk pembuluh darah di paha dan memasukkan kateter.

Selanjutnya, kateter akan diarahkan melalui pembuluh darah menuju sasarannya. Di sana, kontras diperlukan untuk mendapatkan gambaran pembuluh darah yang lebih baik. Prosesnya memakan waktu lama untuk diselesaikan

“Prosedurnya sendiri hanya memakan waktu 15 menit. Kalau dilakukan untuk mendapatkan gambar 3D, kita buat gambar untuk melihat beberapa kelainan pembuluh darah, seperti aneurisma, AVM, dural fistula dan masih banyak lagi lainnya,” kata dr. kata Irwin.

“Perlu waktu 15 menit lagi, sekitar 30 menit atau lebih,” lanjutnya.

Pengoperasiannya, mulai dari sterilisasi hingga selesai, akan memakan waktu kurang lebih 30-45 menit. Sekitar enam jam setelah prosedur, pasien dapat kembali beraktivitas normal. Efek samping dari prosedur DSA

Dr. Irwin mengatakan, efek samping kateter yang digunakan dalam prosedur DSA bisa berbeda-beda. Stroke, penyumbatan, pendarahan bahkan kecacatan bisa terjadi. Namun peluang atau kemungkinannya sangat kecil.

“Meski semuanya tampak menakutkan, menurut penelitian kemungkinan terjadinya komplikasi hanya 0,1%,” tutupnya. Tonton video “Rangkaian Penyakit Umum yang Didiagnosis dengan Metode DSA” (sao/suc)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *