Jakarta –
Read More : Kondisi Kate Middleton yang Jalani Perawatan Kanker, Fokus untuk Pulih
Hidung meler memang menjengkelkan. Bayangkan jika hal ini terjadi enam tahun berturut-turut, seperti yang dialami pria tersebut di Suriah. Sayangnya, dokter menemukan kasus cairan yang dialami pria berusia 20 tahun yang tidak disebutkan namanya itu cukup serius.
Kasus yang dimuat dalam Journal of Medical Case Reports ini melaporkan bahwa pria tersebut tidak hanya menderita pilek yang berkepanjangan, tetapi juga disertai gejala sakit kepala bahkan kejang. Kondisi tersebut ia derita setelah mengalami trauma kepala.
Yang dia kira hanya gejala pilek atau flu adalah cairan serebrospinal (CSF) yang melindungi otak dan tulang belakang, keluar melalui lubang hidung kanan orang tersebut. Juga di atas hidungnya, dia punya beberapa otak.
Kondisi ini bermula setelah terjadi kecelakaan sepeda motor. Dia sadar dan responsif setelah kecelakaan itu dan tidak mengalami cedera lebih lanjut.
Oleh karena itu, dia memutuskan untuk tidak menjalani perawatan apa pun dan meninggalkan rumah sakit dengan risiko ditanggungnya sendiri, demikian dikutip surat kabar tersebut, Jumat (9/9/2024).
“Kemudian pasien mulai mengalami sakit kepala terus-menerus dan kejang-kejang yang semakin parah bahkan setelah menjalani perawatan medis. Kemudian, 2 bulan yang lalu, pasien menderita meningoencephalitis (infeksi selaput otak), sehingga dirawat di unit perawatan intensif dan dirawat. dirawat selama sebulan sampai dia pulih,” lanjut surat kabar itu.
Pasien kemudian menjalani pemeriksaan otak non-kontras computerized tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI) otak.
“Yang menunjukkan bahwa dia mengalami patah tulang basal dengan ensefalokel di rongga hidung. Jaringan otak dengan meninges mengalami herniasi akibat patah tulang dasar tengkorak dengan pelebaran ruang subarachnoid yang signifikan di belahan kanan,” kata surat kabar itu.
Dokter menyarankan operasi untuk memperbaiki patah tulang tersebut, namun pasien kemudian menolak pengobatan medis.
Ketika dia kembali untuk pemeriksaan lanjutan dua bulan kemudian, MRI masih menunjukkan masalah yang sama sehingga disarankan untuk melakukan operasi lagi. Kali ini, pasien setuju dan ahli bedah saraf melakukan operasi untuk mengembalikan jaringan dan bahan yang bocor dari rongga hidungnya ke tempatnya.
Dokter juga memperbaiki otak yang rusak dan menggunakan semen dan lem kelas medis untuk merekonstruksi dasar tengkorak yang retak. Tonton video “Tanda-tanda yang harus diperhatikan jika terjadi cedera kepala” (Suk/Suk)