Jakarta –
Read More : Bos Buruh Heran Pengusaha Sewot Prabowo Naikkan UMP 6,5%
Banyak maskapai penerbangan Bumn menggunakan Boeing untuk kegiatan mereka. Menanggapi hal ini, Menteri Eric Tohir Eric mengatakan bahwa maskapai yang dimiliki oleh negara bagian, terlepas dari merek pesawat.
Menurutnya, prioritasnya efektif baik dalam pilihan pesawat maupun dalam operasi maskapai penerbangan.
Pernyataan itu mengatakan bahwa ketika ditanya apakah perusahaan yang dimiliki negara bagian memberikan perhatian khusus pada pembelian pesawat di maskapai itu, atau tidak setelah banyak kecelakaan pada tahun 2024.
“Ya, ketika kita melihat, kita tidak bias atau prasangka antara merek dan merek lain. Tapi tentu saja, apa yang kita katakan adalah efek nomor satu, tidak menggunakan semua jenis pesawat ini untuk tujuannya,” kata Eric dalam bahasa Yahudi , Jakarta, Kamis (20 Januari 2024).
Eric mengatakan setiap pesawat memiliki karakteristik yang perlu disesuaikan tergantung pada jarak dan tujuan.
Dia menjelaskan bahwa salah satu strategi taman Indonesia adalah fasilitasi armada pesawat.
“Dengan demikian, pemeliharaan bisa lebih efisien. Pemeliharaan dan pemeliharaan.
Di tempat yang sama, presiden PT Garuda Indonesia, Anda, harga Pandjaton, yang ditujukan untuk jumlah pesawat untuk 20-20 pesawat.
“Garuda Indonesia tahun ini bertujuan lebih banyak pesawat, tujuan, segera setelah tujuannya hingga 20 pesawat,” katanya.
Pada Januari 2025, Garuda Indonesia Garuda akan datang ke dua pesawat baru dengan merek Boeing.
“Itulah sebabnya Januari ini kami memiliki dua pesawat Boeing lagi, dan pada bulan Februari kami akan mengerjakan tambahan lain (tipe) 737. Semoga, kami dapat melanjutkan kemudian pada tahun 2025. Hampir 20 pesawat,” katanya.
Rekrut Video: Persyaratan Tiket untuk Bali Garuda di Bali menurun sebesar 45%
(Hernia/lunas)