Jakarta –
Read More : Sutradara Ikonik Jepang Bikin Film Pendek Pakai iPhone 16 Pro
Tubuh yang sehat dan umur panjang sangat erat kaitannya dengan makanan yang Anda konsumsi. Ternyata ada makanan tertentu yang bisa mempercepat penuaan jika dimakan berlebihan, apa sajakah?
Makanan yang dimaksud terlalu matang. Makanan yang rendah nutrisi dan melalui banyak tahapan proses industri seringkali mengandung bahan kimia seperti pengawet, pemanis buatan, dan lain-lain.
Berbagai makanan olahan seperti keripik, permen, pasta, sereal kemasan, permen, mie, hamburger, dll.
Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat ini melibatkan 16.055 orang berusia 20-79 tahun dengan gaya hidup serupa dengan orang Barat lainnya. Penelitian ini menggunakan jam PhenoAge, yang digunakan untuk mengukur umur manusia.
Para peneliti telah menemukan hubungan yang signifikan antara peningkatan konsumsi makanan olahan dan percepatan penuaan biologis. Untuk setiap kenaikan 10 persen kelebihan konsumsi makanan olahan, kesenjangan antara usia alami dan biologis meningkat sebesar 2,4 bulan.
Mereka yang mengonsumsi makanan yang kaya akan sebagian besar makanan ini (68-1.100 persen asupan energi) hidup 0,86 tahun biologis lebih tua dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit makanan olahan (39 persen atau kurang).
Hal ini menyoroti pentingnya memprioritaskan makanan yang tidak diolah atau diproses secara minimal.
“Implikasi dari temuan kami sangat besar, karena prediksi kami menunjukkan bahwa untuk setiap peningkatan 10 persen konsumsi makanan olahan, risiko kematian meningkat hampir 2 persen dan risiko penyakit meningkat sebesar 0,5 persen.” Ilmuwan dari Monash University mengatakan bahwa kejadian dalam 2 tahun tersebut, Dr. Barbara Cardoso, dikutip dari IFL Science, Sabtu (14/12/2024).
Hubungan antara konsumsi berlebihan makanan olahan tetap signifikan bahkan setelah disesuaikan dengan kualitas pola makan dan total asupan energi, kata para peneliti. Hal ini menunjukkan dampak kesehatan fisik dari terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan.
Para peneliti mengatakan hal ini mungkin disebabkan oleh rendahnya asupan flavonoid atau fitoestrogen dan paparan bahan kimia tertentu dalam makanan olahan.
“Hubungan ini tidak bergantung pada kualitas makanan, sehingga menunjukkan bahwa pengolahan makanan mungkin berkontribusi terhadap percepatan penuaan biologis. Temuan kami memberikan dasar yang kuat untuk konsumsi yang ditargetkan,” katanya. (avk/suc)