Jakarta –
Read More : Ngeri, Makin Banyak Gen Z di Jepang Alami Pelecehan Seks saat Cari Kerja
Nestlé multinasional dituduh menjual susu bayi dan produk sereal yang mengandung kadar gula berlebihan di negara-negara miskin dan berkembang. Survei ini mencakup 150 produk Nestlé yang dijual di berbagai negara.
Tuduhan tersebut dilontarkan Public Eye, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) Swiss, berdasarkan hasil penelitian yang mereka lakukan bersama International Baby Food Network (IBFAN) terhadap beberapa produk Nestlé.
“Kami memilih gula karena gula adalah musuh nomor satu dalam hal kesehatan gizi. Paparan gula pada bayi dan balita pada usia dini bisa menjadi masalah yang sangat besar,” kata ahli gizi Public Eye Laurent Gaberel kepada TIME.
“Ini adalah salah satu faktor kunci di balik krisis obesitas. Jika bayi terpapar gula, pada dasarnya mereka berisiko lebih besar mengalami kenaikan berat badan di kemudian hari dan menderita dampak kesehatan negatif seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya,” ujarnya. lanjutan.
Mereka menemukan bahwa tambahan gula tidak ditemukan di negara-negara berpenghasilan tinggi seperti Swiss dan Jerman. Misalnya, di Swiss, Nestle mengiklankan sereal rasa biskuit untuk bayi berusia 6 bulan dengan menyatakan “tanpa tambahan gula”, sedangkan di Senegal dan Afrika Selatan, sereal bayi rasa Cerelac yang sama mengandung 6 gram tambahan gula per porsi. .
“Ada standar ganda yang tidak dapat dibenarkan di sini,” kata peneliti Organisasi Kesehatan Dunia Nigel Rollins mengenai temuan tersebut.
Berikut informasi kandungan gula susu bayi di beberapa negara:
1. Panama 5,3 gram
2. Nikaragua 4,7 gram
3. Meksiko 1,8 gram
4. Kosta Rika 1,6 gram
5. Afrika Selatan 0,9 gram
6. Indonesia 0,7 gram
7. Nigeria 0,6 gram
8. Senegal 0,6 gram
Nestlé menekankan bahwa produk ini tanpa tambahan sukrosa. Namun mengandung tambahan gula berupa madu. Namun, madu dan sukrosa adalah gula yang ditetapkan WHO dan tidak boleh ditambahkan ke makanan bayi.
Berikutnya: Tanggapan Nestlé Tonton video “Sampai Usia Berapa Anak Boleh Minum ASI?” (turun hingga)