Jakarta –

Read More : Kemungkinan Alasan Pemilik Golongan Darah A Lebih Berisiko Kena Stroke Dini

Lodia merupakan obat anti diare berbentuk tablet dengan bahan aktif loperamide. Zat aktif ini efektif memperlambat pergerakan saluran pencernaan hingga mengurangi frekuensi buang air besar.

Dikutip dari National Library of Medicine, FDA mengakui Lodia sebagai obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai gejala diare. Dari diare akut hingga kronis, yang sering dikaitkan dengan sindrom iritasi usus besar.

Lodia tersedia dalam bentuk sediaan 2 mg. Di beberapa website apotek, Lodia tersedia dalam 10 tablet per tablet.

Jumlah penggunaan obat per hari dijelaskan sebagai berikut: Dewasa dengan diare akut: 2 tablet (4 mg) ditambah 1 tablet (2 mg) setelah buang air besar. Dosis harian maksimum adalah 16 mg untuk diare kronis: 2 tablet (4 mg) diikuti 1 tablet (2 mg) setelah buang air besar. Dosis harian maksimum adalah 16 mg.2. Anak-anak

Lodia tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 tahun. Dosis diberikan sesuai berat badan anak: anak dengan berat badan 13-21 kg: 1 mg ditambah 1 mg setelah buang air besar dengan dosis maksimal 3 mg per hari dosis harian tidak melebihi 4 mg untuk anak dengan berat badan 27,1 kg-43 kg: 2 mg ditambah 1 mg setelah buang air besar dengan dosis maksimal 6 mg per hari setelah buang air besar dengan dosis maksimal 8 mg per hari.

Resep diberikan sesuai kebutuhan pasien berdasarkan berat badan dan hasil diagnosa dokter hamil dan menyusui.

Lodia tidak dianjurkan untuk ibu menyusui. Saat ini untuk ibu hamil, Lodia dapat diberikan dalam dosis kecil sesuai petunjuk dokter dan hasil pemeriksaan efek Lodia.

Dikutip dari website Cleveland Clinic, berikut efek samping yang bisa ditimbulkan akibat mengonsumsi Lodia: Kembung, sembelit, pandangan kabur, pusing, mengantuk, mual, muntah, mulut kering, masuk angin.

Lodia juga dapat menimbulkan efek samping serius yang memerlukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut: ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan, kesulitan bernapas, nyeri dada, jantung berdebar, sulit buang air kecil, petunjuk penyimpanan dan penggunaan Lodia.

Dikutip dari laman WebMD dan Cleveland Clinic. Jangan mengonsumsi lebih dari dosis yang dianjurkan sebelum dan sesudah buang air besar atau sesuai anjuran dokter. Maka perbanyak minum air putih dan elektrolit untuk mengembalikan cairan yang hilang, simpan obat pada suhu ruangan antara 15-25 derajat Celcius. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Semoga informasi tentang Lodia dapat memperluas pemahaman anda tentang obat pendeteksi diare dan kegunaannya yang harus sesuai dengan resep dokter. Tonton video “Cek Fakta! Benarkah Efek Samping Minum Obat Bisa Menyebabkan Penyakit Ginjal?” (baris/rentang)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *