Jakarta –
Read More : BRI Terus Beri One Step Solution untuk UMKM
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan. Ia membahas peluang investasi Korea Selatan di Indonesia, seperti pengembangan pabrik Hyundai, pembangunan pabrik petrokimia Lotte Chemical, dan komitmen membangun klaster industri baja berkapasitas 10 juta ton pada tahun 2025.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan dengan CEO Hyundai Motor Group Euisun Chung dan Presiden Lotte Chemical. Dalam pertemuannya dengan para CEO Hyundai, Senin (20/5) di Seoul, Airlangga memuji keterlibatan Hyundai dalam berbagai proyek hidrogen di seluruh dunia, mulai dari Indonesia dengan limbah hingga hidrogen As untuk mengonsumsi limbah masyarakat lokal.
“Saya memuji Hyundai atas upayanya secara aktif menerapkan solusi jaringan HTWO (H2). Hal ini tidak hanya akan menguntungkan Indonesia tetapi juga pasar ASEAN dalam jangka panjang. Karena hidrogen dapat berperan penting dalam mendorong netralitas karbon dan pembangunan ekonomi,” jelas Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/5/2024).
Airlangga mengungkapkan proyek hidrogen Hyundai berencana menggandeng Pertamina untuk pengembangannya. Pemerintah Indonesia juga tengah mempercepat pengembangan kendaraan listrik (EV) di Indonesia dengan menyusun peta jalan pengembangan kendaraan listrik, memberikan berbagai insentif dan pengembangan ekologi kendaraan listrik di Indonesia.
“Hyundai juga merupakan produsen kendaraan listrik yang mumpuni, oleh karena itu kami mendorong Hyundai untuk memberikan lebih banyak kapasitas kepada usaha kecil dan menengah atau pemasok lokal atau insinyur Indonesia untuk menguasai tidak hanya kendaraan listrik. Tidak hanya mobil, tetapi juga mesin dan replikanya seperti pengisian daya. stasiun, sehingga Hyundai dapat bergabung dengan lebih banyak pemasok lokal di area pabrik.”
Ia menambahkan, pemerintah Indonesia mendorong agar lebih banyak kesepakatan dicapai pada pertemuan Komite Bersama Kerja Sama Ekonomi (JCEC) sebelumnya, yang didukung oleh Hyundai. Kesepakatan tersebut mencakup investasi Hyundai Motor pada kendaraan listrik di Indonesia (pabrik mobil yang telah selesai, pabrik baterai, pabrik baterai, dll.).
Hyundai juga sedang membangun pabrik baterai untuk memproduksi mobil listrik bertenaga baterai Indonesia pada tahun 2024. Pembangunan pabrik baterai sedang berlangsung di Karawang, Jawa Barat.
Proyek tersebut merupakan perusahaan patungan dengan LG Energy Solution yang akan mulai berproduksi komersial pada kuartal ketiga tahun 2024.
Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Chairman Lotte Chemical, Airlangga membahas pembangunan pabrik petrokimia oleh Lotte Chemical di Cilegon, Banten, salah satu pencapaian investasi Korea Selatan di Indonesia.
Didirikan pada tahun 1976, perusahaan kimia umum asal Korea ini telah berkembang menjadi perusahaan terbesar ketujuh di dunia dengan struktur laba yang stabil. Penyelesaian investasi PT Lotte Chemical Indonesia meliputi pembangunan kompleks petrokimia berikut atau LOTTE Chemical Indonesia New Ethylene Project (LINE Project) berupa naphtha cracker senilai puluhan miliar rupee di Cilegon Banten. Airlangga mengatakan, investasi tersebut akan menyerap tenaga kerja sebanyak 15.000 orang pada tahap konstruksi dan 1.300 orang pada tahap operasi komersial.
“Pembangunan pabrik petrokimia bawah air oleh PT Lotte Chemical merupakan salah satu bentuk investasi yang dilakukan,” ujarnya. “Secara praktis, saya sangat puas dengan investasi ini.”
Airlangga berharap proyek pembangunan pabrik PT Lotte Chemical Indonesia dapat menggantikan impor sehingga dapat menjadi motor penggerak industri petrokimia lokal dan mendukung penciptaan lapangan kerja.
“Dengan adanya investasi pembangunan pabrik PT Lotte Chemical ini, kami berharap dapat menjadi motor penggerak industri petrokimia lokal dan juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Progres kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke lokasi pabrik pada September 2023 mencapai 73%. Pembangunannya dijadwalkan akan selesai dan mungkin dimulai pada tahun 2025.
Pabrik tersebut akan memiliki total kapasitas produksi sebesar 3,1 juta ton per tahun dengan target produksi pada tahun 2025 menghasilkan 1 juta ton etilen, 520.000 ton propilena, dan 250.000 ton polipropilena per tahun.
Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan semakin diperkuat setelah pandemi ini, dengan total nilai perdagangan bilateral mencapai $20,8 miliar pada tahun 2023. Sebagai investor ketujuh di Indonesia pada tahun 2023, total investasi asing langsung Republik Korea. Disepakati sekitar $2,5 miliar, meningkat lebih dari $200 juta dibandingkan tahun lalu.
Saksikan juga videonya: Kado Mobil Listrik Jokowi ke SMKN 1 Rangas Mamuju
(akd/ega)