Batavia –

Read More : Kata JK soal Anggaran Makan Gratis Prabowo hingga Tidak Mudah Pindah ke IKN

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana mengatur pembatasan wilayah operasional layanan Internet satelit berbasis Starlink di Indonesia.

Starlink dibuka untuk pelanggan mulai Minggu (19/5) oleh CEO SpaceX Elon Musk. Sebelumnya satelit ini melayani segmen korporasi setelah menjadi anak perusahaan mayoritas Telkom, Telkomsat.

Namun tampaknya kehadiran Starlink di pasar ritel menimbulkan dampak positif dan negatif bagi industri telekomunikasi lokal. Kominfo mulai membicarakan aktivitas Starlink.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan di Batavia, Jumat (31/5/2024) “Masih berlangsung, namun situasi tersebut ditujukan untuk membantu jaringan telekomunikasi atau menjangkau daerah 3T pertama.”

Selain itu, kata Nezar, Starlink, satelit Low Earth (LEO) memiliki keunggulan karena mampu menjangkau seluruh wilayah, termasuk wilayah yang infrastruktur daratnya sulit.

Pemerintah belum melakukan pekerjaan rumahnya karena masih banyak daerah terpencil di Indonesia yang belum terhubung dengan Internet.

Mari kita mulai berjalan dan tetap ada pengawasan. Efektivitasnya juga bagaimana konektivitas regional 3T bisa membantu,” ujarnya.

Namun Nezar mengatakan pemerintah tidak melarang penggunaan Starlink di perkotaan. Dalam konteks industri telekomunikasi, pemerintah ingin memastikan adanya kesetaraan di antara para pemain telekomunikasi.

“Karena yang ingin kita pastikan adalah level playing field untuk semua orang. Jadi tidak ada anak emas untuk Starlink, bisa kemana-mana karena hanya satelit,” tutupnya. Tonton video “Starlink Dipanggil, Kominfo Pantau dan Evaluasi” (agt/rns)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *