Jakarta –
Read More : Samsung Tak Sengaja Ungkap Kehadiran Galaxy Tab S10 FE
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membantah adanya transaksi jual beli ratusan pulau di Indonesia. Hal ini dilansir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Awalnya BRIN menemukan lebih dari 200 pulau telah diprivatisasi dan dijual di seluruh Indonesia. Informasi tersebut diperoleh berdasarkan data sejumlah lembaga nirlaba, “terutama di DKI Jakarta dan Maluku Utara,” tulis BRIN dalam situs resminya.
Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan KKP Khalid K. Yusuf tidak membenarkan penjualan pulau-pulau kecil tersebut. Ia mengatakan, pulau-pulau kecil tersebut dieksploitasi oleh pihak asing.
“Jadi tidak benar ada penjualan pulau-pulau itu. Kami tegaskan sekali lagi, tidak ada penjualan pulau-pulau kecil. Yang ada hanyalah pemanfaatan pulau-pulau kecil baik oleh asing dengan izin tertentu maupun oleh modal dalam negeri. properti,” kata Khalid dalam jumpa pers di Gedung Mina Bahari 4, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2024).
Berdasarkan catatan pihaknya, Pulau Maratua memiliki lebih dari 100 pelaku komersial yang memanfaatkan pulau tersebut untuk aktivitas resor dan perairan laut. Dia menegaskan, pengusaha tersebut bukanlah pemilik pulau tersebut.
Memastikan kegiatan usaha yang dilakukan di sana sesuai dengan izin. Pihaknya tak segan-segan mengambil tindakan tegas jika ada pelaku usaha yang tak mengantongi izin kerja.
“Kemudian Maratua punya 67 dari 100 lebih yang sedang kami data. Jika kami menemukan entitas asing tersebut tidak memiliki izin untuk mencoba memanfaatkan pulau tersebut, tentu kami akan mengambil tindakan tegas dan menyelidikinya. beberapa daerah lainnya,” jelasnya.
Senada, Direktur Jenderal Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saxono mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui mereka hanya memanfaatkan pulau tersebut.
“Ada yang bilang, asing membeli pulau kecil, dan ketika dicek ternyata hanya memanfaatkannya saja,” ujarnya.
Dia menjelaskan, seorang pengusaha asing menikah dengan perempuan lokal. Dari sana ia memanfaatkan pulau itu sebagai lokasi usahanya.
Meski begitu, dia tidak menampik adanya jual beli pulau seperti yang terjadi di Mentawai. Namun, dia belum mau membeberkan lebih detail karena penyelidikan masih berlangsung. Dia menegaskan, jika ada penjualan pulau tersebut akan diambil tindakan hukum.
“Saat ini kita kirim tim ke Kepulauan Mentawai, ternyata di media banyak informasinya, banyak yang jual beli pulau, kita kirim tim ke sana, makanya kita publikasikan hasilnya. apa yang terjadi di sana,” imbuhnya. (gambar)