Jakarta –
Read More : Penyakit Malaria Knowlesi Kini Serang Manusia, Awalnya Hanya Diidap Kera
Kadet Ikrar resmi menerima jabatan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dalam acara sertifikasi yang digelar di kantor BPOM, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2024). Dalam kesempatan tersebut, Taruna Iqrar mengungkapkan kebahagiaannya bisa “kembali” ke BPOM.
Ia bercerita, dirinya sempat menjadi pegawai BPOM pada awal karirnya sebelum dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Direktur Utama BPOM. Ia merupakan salah satu PNS pertama yang diangkat di BPOM.
Taruna Iqrar mengatakan, saat itu baru sekitar 40 orang angkatannya yang bergabung dengan BPOM.
“Karir dan pekerjaan saya dimulai sebagai petugas Badan POM, bahkan saya adalah PNS pertama yang diangkat secara independen di Badan POM,” kata Taruna Ikrar saat berbincang dengan media, Selasa (20/8/2019). 2024).
“Portofolio saya saat itu ada sekitar 40 orang, jadi saya kerjakan pekerja biasa dengan mendatangkan mereka ke sini,” lanjutnya.
Berkat prestasinya selama di BPOM, Taruna Iqrar bisa menimba ilmu lebih banyak di luar negeri. Ia melanjutkan pendidikannya dan mendapat tugas belajar di luar negeri.
Setelah perjalanan panjang mencari ilmu, Taruna Iqrar akhirnya kembali ke BPOM. Presiden Joko Widodo mempercayakannya pada jabatan Presiden BPOM RI.
Ia mengatakan, amanah yang diraih hari ini tidaklah mudah. Sebagai Presiden BPOM, Anda mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan pangan dan mutu obat di Indonesia.
“Itulah sebabnya saya sangat senang bisa kembali ke ‘rumah’. Ketika saya memulai karir saya, saya merasa seperti bagian dari rumah besar, dan akhirnya saya kembali ke sini dan saya mendapat tanggung jawab untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting, kata Taruna Ikrar.
Taruna Iqrar lahir pada tanggal 15 April 1969 di Makassar. Ia juga dikenal sebagai dokter, peneliti, dan guru yang berpengalaman.
Ia berharap kehadirannya di BPOM dapat memberikan dampak positif bagi BPOM sebagai regulator dan masyarakat. Taruna mengaku ingin BPOM memiliki standar pengawasan makanan dan obat yang baik hingga diakui dunia.
“Kita berharap bisa sejajar dengan FDA (BPOM AS), Uni Eropa, bahkan Jepang. Kalau ini terjadi, maka mimpi bisa memproduksi produk kita di Indonesia, terkontrol dan diterima di level normal. video “Sebagai Kepala BPOM yang baru, taruna berjanji akan menyiapkan serangkaian reformasi” (avk/naf)