Bogor –

Read More : Tips Jago Football Manager 2024 Ala Juara Dunia FIFAe World Cup 2024

Kebun binatang seringkali melarang pengunjung memberi makan hewan, terutama makanan yang dibawa dari luar.

SEAZA atau Asosiasi Kebun Binatang Asia Tenggara telah memberikan standar kesejahteraan dan etika yang mengatur praktik perawatan hewan di kebun binatang dan akuarium.

Salah satu hal yang menarik adalah pengunjung tidak diperbolehkan memberi makan hewan tanpa pengawasan staf yang berpengalaman. Pemberian pakan yang tidak teratur dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikis hewan.

Lalu mengapa kebun binatang seperti Taman Safari masih memperbolehkan pedagang menjual pakan ternak?

Jika traveler menyusuri Jalan Kapitan Harun Kabir menuju Taman Safari Bogor, di kiri kanan terlihat pedagang makanan hewani seperti wortel, pisang, dan semangka. Pengunjung safari membeli wortel sebelum memasuki taman safari dan kemudian memberikannya kepada hewan.

Tampaknya Taman Safari menjadi alasan diperbolehkannya kehadiran para pedagang.

“Sebenarnya hewan-hewan ini (pengunjung) tidak bisa diberi makan. Namun taman safari telah memiliki hubungan baik dengan masyarakat sejak awal berdirinya. Makanya kita beri kesempatan kepada mereka, ada baiknya pengunjung datang dan membeli wortel. Ayah punya tanah untuk menanam wortel, ibu menjualnya, kata semua orang. ambil celenganmu,” kata pendiri Taman Safari Indonesia Jansen Mansang di Taman Safari Bogor, Jawa Barat.

Taman Safari memberikan izin ini berdasarkan kearifan lokal. Untuk memutar roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan usaha dan lapangan kerja. Ada sekitar 300 penjual makanan di sekitar taman safari saja.

Namun setelah kasus pengunjung memberi makan hewan dengan plastik menjadi viral, Jansen kembali menegaskan agar pedagang tidak menggunakan plastik atau kantong plastik sebagai kemasan makanan hewan. Pedagang disuruh menggunakan tali atau tali bambu yang terbuat dari pohon pisang.

“Kami ingin tegaskan bahwa kami ingin menjaga kesehatan hewan dan menjaga perekonomian masyarakat. Pengunjung puas, hewan diberi makan,” ujarnya.

Taman Safari mengimbau para pedagang untuk tidak menyiapkan makanan dalam kemasan plastik, dan menyediakan serta menjual makanan hewan segar tanpa membungkus makanan dengan plastik. Selain itu, Taman Safari juga meminta para pedagang menata barang dagangannya agar tidak tersebar terlalu jauh di sepanjang jalan dan menimbulkan kemacetan.

Pedagang menyetujui batasan ini. Menurut Agus Supreetna, Ketua Asosiasi Pedagang Taman Safari, larangan tersebut diumumkan tahun lalu.

“Alhamdulillah aturan ini tidak memberatkan sejak awal dan kami tidak keberatan. Bagi kami, ini berarti menjaga keselamatan dan kesehatan hewan, menjaga stabilitas di taman safari. Jika masalahnya adalah mengikat wortel, kita bisa menggunakan bambu sebagai pengganti plastik. Jadi beri tamunya, “Jangan pakai kantong plastik, belilah pisang, kalau ada plastiknya, potong-potong.” Tonton videonya “Virus! Pengunjung taman safari memberi makan kuda nil kotor” (ddn/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *