Jakarta –

Read More : Lebih dari 25 Persen Warga +62 Belum Punya Jaminan Kesehatan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut menyikapi temuan ratusan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang mengalami depresi hingga muncul pikiran untuk bunuh diri. Menurut dia, pihaknya telah berupaya meredam hal tersebut dengan melakukan amandemen terhadap undang-undang kesehatan yang baru saja disahkan.

Katanya, amandemen ini akan memudahkan dokter untuk mengambil program spesialis.

Makanya undang-undang kesehatan kita kemarin diubah, untuk memudahkan dokter ke dokter spesialis, tentunya membuka sebanyak-banyaknya perguruan tinggi yang kualifikasinya, pemeriksaannya bagus, kata Jokowi saat ditemui di National Health. Rapat Pimpinan (Rakerkesnas) 2024 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (24/4/2024).

Seperti disebutkan sebelumnya, hasil survei skrining kesehatan jiwa peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Rumah Sakit Vertikal (PPDS) hingga Maret 2024 menunjukkan banyak calon dokter spesialis yang mengalami gangguan jiwa. Faktanya, 3,3 persen di antara mereka melaporkan ingin bunuh diri atau melukai diri sendiri.

12.121 PPDS disurvei di 28 rumah sakit vertikal akademik. Selain itu, penyelidikan awal menunjukkan bahwa 2.716 PPDS mengalami gejala depresi, dimana 1.977 orang mengalami depresi ringan, 486 orang mengalami depresi sedang, 178 orang melaporkan depresi sedang hingga berat, dan 75 orang mengalami depresi berat.

Lima program studi berikut diidentifikasi berpotensi melaporkan dokter spesialis dengan gejala depresi terbanyak: kedokteran mulut (53,1 persen), ilmu kesehatan anak (41,3 persen), bedah plastik (39,8 persen), anestesiologi (31,6 persen), bedah mulut (28,8 persen). )

(kn/atas)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *