Jakarta –
Read More : Bea Cukai Respons Kritik Pemerintah AS soal Pemeriksaan Rutin
Menteri Keuangan Sri Muleyani Indravati mengatakan dosen itu akan mendapatkan kontribusi laba (tucin). Saat ini, perhitungan dan data siap untuk disiapkan dalam bentuk peraturan presiden (Perpre).
Dosen yang siap menerima Tukin, Divisi Pekerjaan Negara (BDN-Sutter), Dosen Badan Layanan Publik PTN (PLU), serta Dosen Perangkat Sipil Negara (ASN) (A. SN) Sri Mulianani mengatakan bahwa Dosen adalah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kimia).
“Dosen BDN Blue, yang belum dikompensasi dengan dosen di Universitas Negeri PTN Sadgar dan Komisi Perwakilan Jakarta Pusat pada hari Jumat (14-14-2025), yang saat ini menerima upah profesional. Dalam konferensi pers.
Sri Mulayani menyebutkan Tukin yang ditinggalkan ketika berfokus pada kompensasi profesional. “Jadi mereka telah menerima kompensasi profesional, tetapi masih belum memiliki kinerja atau kompensasi,” katanya.
Berdasarkan Registry of Sri Mallyi, saat ini ada 97.734 dosen dari empat bagian, salah satunya adalah dosen di Law Institute College (BDN PH). Dalam kategori ini, dosen akan terus mendapatkan yang terselip sesuai dengan standar yang dipasang.
“Dosen di bawah Law Institute atau BDNPH College menerima Tukin atau kompensasi dari dosen sesuai dengan standar BDNPH,” kata Sri Mulyani.
Ketika datang ke universitas di bagian BLU yang mengimplementasikan sistem kompensasi, dosen tentu saja menerima kompensasi atau tucin. Mereka yang belum siap.
“Di dalam Kementerian Pendidikan, keputusan Tkin dari dosen di BDN Sadger, kemudian dosen PTN biru dan dosen Lltikd BNS dan dosen K/L lainnya yang terkait dengan Tukin dalam proses ini. Masa depan, Sri Mulayani menyimpulkan.