Jakarta –

Read More : TikTok Mau PHK Global Tim Pemasaran dan Operasi

Kementerian Perindustrian (Kamenpari) mengumumkan Indonesia siap melakukan transisi menuju energi terbarukan, salah satunya teknologi bahan bakar bioetanol. Meskipun produsen telah memproduksi mesin mobil yang dapat menggunakan bioetanol, bahan bakarnya belum tersedia di lapangan.

“Kita sebenarnya yang terdepan dalam mendapatkan etanol, sehingga mobil Amerika Latin yang memiliki mesin fleksibel untuk etanol diproduksi di Senter pada tahun 1996,” kata Plt. Putu Julie Ardika, CEO Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) saat Forum Editor Otomotif di ICE BSD City, Senin (22/7/2024).

Untuk bahan bakar terbarukan, Indonesia saat ini memiliki biodiesel B30 yang dicampur dengan 35% bahan bakar nabati. Program Biodiesel 35 ini sudah berjalan sejak tahun lalu. Sedangkan bensin mendominasi kendaraan di Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia harus bisa memproduksi bioetanol untuk mengurangi impor bahan bakar. Padahal teknologi otomotif Indonesia siap menyambut bioetanol.

Berdasarkan catatan detikOto, sejak tahun 2010, TMMIN dipercaya oleh direksi untuk mengisi pasar mesin bahan bakar etanol untuk pasar Amerika Latin, khususnya Argentina dan Brazil. Mesinnya bertipe 2TR-FFV berkapasitas 2.694 cc dan digunakan untuk kendaraan Toyota Hilux.

“(Mobil bioetanol) diekspor ke Amerika Latin karena etanolnya tidak pernah sampai,” kata Putu.

“Pada 2018-2019, kami siap menerima E10 untuk kendaraan roda empat pada 2018-2019,” jelas Putu.

“E20 benar-benar siap untuk sepeda motor,” kata Putu.

Putu juga menyampaikan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon. Dia mengatakan Indonesia harus mengadopsi pendekatan multi-cabang untuk mengurangi emisi, termasuk mempromosikan kendaraan listrik (EV), termasuk kendaraan listrik hibrida (HEV), kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV) dan kendaraan listrik baterai (BEV). terjadi) serta sel bahan bakar.

Lalu ada pengembangan kendaraan berbahan bakar fleksibel yang mampu beradaptasi dengan penggunaan bahan bakar nabati/BBN (biofuel) atau gas, serta meningkatkan efisiensi bahan bakar.

“Kami mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih luas karena hal ini membuat peralihan dari bensin ke biodiesel menjadi mungkin dilakukan. “Kedepannya kita bisa mengembangkan sel bahan bakar hanya dengan mengganti motor fleksibel yang memanjang dengan generator sel bahan bakar,” ujarnya.

“Ini akan menjadi transisi yang sangat bagus, kita akan memperoleh teknologinya,” katanya. Simak video “Respon Jokowi Saat Luhut Minta Pertamina Akuisisi Perusahaan di Brazil” (riar/kering)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *