Jakarta –

Read More : Daftar Hadiah IESF 2024, Counter-Strike 2 Paling Banyak Tembus Rp 1,5 M

Jabatan Menteri Investasi/Kepala BKPM dialihkan dari Bahlil Lahdalia ke Rosen Roslani. Kementerian ini mempunyai banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, salah satunya adalah investasi yang terhenti di akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, usai menyerahkan jabatan Menteri Investasi/Kepala BKPM kepada Rosen, Bahlil mengisyaratkan sejumlah investasi yang terhenti tidak akan dibuka kembali. Bahlil mengatakan, dirinya berhasil memulihkan investasi mangkrak senilai sekitar Rp600 miliar dari total Rp708 miliar.

“Investasi mangkrak itu Rp708 triliun, yang sudah dieksekusi sekitar Rp600 triliun. Sisanya akan kita whitewash,” kata Bahlil di kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta Selatan, Senin (19/08/2024).

Artinya, Rosen tidak akan melanjutkan atau memajukan investasi yang terhenti tersebut. Alasan investasi tersebut tidak terealisasi karena banyak perusahaan yang mengalami tekanan akibat pandemi COVID-19.

“Kenapa kita tutupi, karena perusahaan-perusahaan ini ada yang bangkrut karena COVID kan? Dan ada juga yang tidak bisa beroperasi karena kondisi ekonomi perusahaan, tapi ada beberapa investasi yang harus dilakukan Pak Rosen (Yang bertahan tidak). tidak dilanjutkan?) Ada yang tidak dilanjutkan,” jelasnya.

Sebelumnya, menurut Wakil Menteri Investasi Juliet Tanjung, sisa 20% investasi mangkrak berjumlah Rp708 triliun atau sekitar Rp141,6 triliun. “Yang bisa dilakukan sekitar 80% dari Rp 700 triliun,” kata Ullyit saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (29/07/2024).

Saat Bahlil menjabat Menteri Investasi/Kepala BKPM, isu stagnasi investasi sudah beberapa kali disinggungnya. Bahlil mengaku mewarisi investasi mangkrak senilai Rp708 triliun dari manajemen sebelumnya, namun berhasil mengeksekusi Rp558 triliun dalam waktu tiga tahun.

“Saya bergabung dengan BKPM pada Oktober 2019, setelah pemimpin sebelumnya mewarisi investasi mangkrak sebesar Rp708 triliun. Saya mewarisi investasi yang ditangguhkan sebesar Rp 708 triliun, dan alhamdulillah investasi yang ditangguhkan tersebut meningkat menjadi Rp 558 triliun atau 78,9% dalam waktu lebih dari tiga tahun,” kata Bahlil beberapa waktu lalu.

Ada proyek yang berhasil dilaksanakan, misalnya Lotte Chemical di Cilegon. Saat itu, Bahlil mengatakan proyek Lotte telah mencapai penyelesaian 80%.

“Pertama, investasinya di Lotte Chemical, Cilegon, sekarang sudah 80%. Sudah mangkrak 4-5 tahun. Pemimpin sebelumnya tidak bisa menyelesaikannya. Sebenarnya di Harvard tidak ada field science. Maksud penyelesaian Fielder Jadi masalahnya jauh sekali ya,” ujarnya. (ili/ara)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *