Jakarta –
Read More : Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Euro 2024
Asma merupakan masalah kesehatan yang terjadi ketika saluran pernafasan menyempit. Kondisi ini bisa menyebabkan sesak napas dan dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika berpotensi kambuh.
Meski demikian, asma bukanlah halangan bagi penderitanya untuk berhenti beraktivitas dan berhenti berolahraga. Masih adanya kesalahpahaman di masyarakat bahwa penderita asma tidak boleh berolahraga sama sekali.
Ketua Kelompok Kerja Asma Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr Budhi Antariksa, PhD, SpP(K), mengatakan, olahraga sangat penting bagi penderita asma. Namun, tidak semua jenis olahraga bisa dilakukan oleh penderita asma, terutama olahraga berat.
“Jadi kalau punya asma, sebaiknya lakukan senam pernafasan. Padahal, senam pernafasan sangat baik untuk penderita asma. Selain itu, olahraga yang dianjurkan adalah berenang,” kata dr Budhi dalam jumpa pers PDPI, Selasa (7/ 7). 5/2024).
Menurut dr. Renang budhi bisa menjadi olahraga yang baik bagi penderita asma. Dengan berenang, pasien dapat melatih gerakan pernapasan melalui ritme yang baik. Melatih pernapasan melalui renang juga bermanfaat untuk memperkuat otot dada. Olahraga lain yang direkomendasikan adalah lari dan bersepeda.
Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis paru dr Putu Ayu Diah, SpP(K) mengatakan penting bagi masyarakat untuk mengenali batasan tubuhnya sendiri. Jika Anda merasa olahraganya terlalu sulit dan mulai lelah, segera istirahat dan jangan melanjutkan olahraga.
“Sebaiknya Anda berlatih berdasarkan diri sendiri. Jika Anda merasa mulai sesak napas, sebaiknya hentikan latihan,” kata dr. kata Putu.
Perhatiannya mencakup permainan atau kompetisi olah raga seperti sepak bola dan lari cepat. Hal-hal ini mungkin harus dihindari kecuali pasien telah diawasi sepenuhnya oleh dokter atau menderita asma (asma akibat latihan fisik). Hal ini harus diperiksa. “, lanjutnya. Saksikan video “3 Momen Olahraga Paling Penting di Bulan Puasa” (avk/kna)