Jakarta –
Read More : Jumlah Populasi 18+ Jepang Catat Rekor Terendah, Cuma Nambah 30 Ribu di 2024
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memasukkan ikan kaleng ke dalam program menu makanan gratis (MBG) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini untuk meningkatkan protein dan gizi masyarakat di seluruh Indonesia.
Direktur Promosi Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Budi Sulistiyo mengatakan pihaknya kini telah mendaftarkan pedagang ikan kaleng yang selanjutnya akan mengajukan permohonan ke Badan Gizi Nasional.
“Sekarang kita sudah mendata semua produknya (ikan kaleng), kita akan rapat bersama, akan kita lalui, semuanya berjalan. Nanti kita komentari ke Badan Keamanan Pangan,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (12 /11/2024).
“Ada solusi tingkat akses bahan baku yang harus dilakukan. Kalau tinggal di pesisir pantai, dekat sekali dengan ikan segar. bahan bakunya belum tersedia, maka ikan kaleng menjadi solusinya,” jelas Budi.
Ahli gizi Dr Tan Shot Yen mengatakan ikan kaleng sering kali sudah habis masa penyimpanannya. Seringkali beberapa ikan kaleng ditambahkan minyak dan bumbu, seperti garam.
Imbuhannya yang jadi masalah, ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (12/11).
“Itu bisa mempengaruhi makanan jika terlalu banyak garam,” tambahnya.
Menurut Dr. Tan, rasa ikan kaleng seringkali berbeda dengan ikan segar. Ia juga mengingatkan risiko kesehatan yang bisa terjadi jika ikan kaleng tidak dikemas dengan benar atau kadaluarsa.
“Anda juga harus mempertimbangkan risiko toksin botulinum,” tambahnya.
Selain itu, ahli gizi Dr. Johanes Chandrawinata, SpGK, mengatakan ikan kalengan biasanya dikemas dalam kaleng kedap udara dan diproses dengan cara dipanaskan. Pengalengan merupakan salah satu cara penyimpanan pangan yang dapat menjaga kualitas pangan dalam jangka waktu lama.
“Keasaman ikannya rendah, sehingga mikroba akan berkembang biak. Untuk itu ikan perlu disterilkan pada suhu 116-130°C. Suhu tinggi ini dicapai dengan memasaknya di bawah tekanan (pressure cooking),” imbuhnya.
“Kemasan tersebut bisa mencegah masuknya bakteri ke dalam ikan steril. Jadi selama kalengnya utuh, ikan di dalamnya tetap steril,” imbuhnya.
Berbicara mengenai nutrisi, Dr. Johanes mengatakan itu tergantung bagaimana cara menyiapkan ikan kalengnya. Jika ikan kalengan dimasak dengan air, nilai gizinya sama dengan ikan segar.
“Kecuali ditambah garam. Kalau dimakan dalam minyak, kalori pada ikan kaleng akan bertambah,” imbuhnya.
Bahaya makan ikan kaleng: kalau kalengnya rusak (misalnya ditutup) ada peluang bakteri Clostridium botulinum berkembang biak, sehingga kalau dimakan akan terjadi botulisme dan ini bisa mengancam nyawa, imbuhnya.
Dr. Johanes mengatakan, jika ingin minum ikan kaleng sebaiknya pilih ikan kaleng yang tidak sakit, tidak menyita waktu, serta tidak mengandung garam dan lemak agar terhindar dari risiko kesehatan. Lihat “Video: Direkomendasikan sebagai Makanan Sehat, Seberapa Baik Ikan Kalengan?” (menghisap/menghisap)