Jakarta –

Read More : Badan Gizi: Butuh Tambahan Rp 100 T Biayai Makan Gratis 82,9 Juta Penerima

Badan Pangan Nasional bereaksi terhadap harga beras yang disebut sulit kembali ke harga semula. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, kenaikan harga beras dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bagi petani.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Bapanas telah menaikkan Harga Eceran Maksimal (HET) beras premium dan medium. Bapanas menetapkan penurunan HET untuk beras premium sebesar Rp1.000 per kilo.

Arief mengatakan kenaikan harga beras juga merupakan upaya menjaga Nilai Tukar Petani (NTP) di atas 100. NTP menjadi indikator untuk menunjukkan tingkat kemampuan atau daya beli petani.

“Harga di petani harus kita jaga agar harga tetap wajar. NTP tetap kita jaga di atas 100,” kata Arief kepada detikcom, Rabu (22/05/2024).

Lebih lanjut, Arief menjelaskan kebijakan pelonggaran HET beras dilakukan untuk menjaga fleksibilitas saat harga beras turun. Ia juga mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sedang berupaya meningkatkan produksi dalam negeri.

Dengan begitu, cadangan pangan nasional (GFP) bisa ditingkatkan. Hal ini juga merupakan langkah untuk mengatasi kekurangan beras yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Juni mendatang.

“Pak Amran (Menteri Pertanian) sedang bekerja keras untuk meningkatkan penanaman. Prioritas utama adalah produksi dalam negeri,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi memperkirakan harga beras akan sulit kembali ke harga semula. Menurut dia, harga beras yang sudah naik akan sulit diturunkan lagi.

Dia menjelaskan, harga beras bisa turun jika musim panen melimpah.

“Biasanya kalau sudah naik, sulit untuk dibawa kembali, kecuali ada keadaan yang sangat luar biasa dimana hasil panennya luar biasa besar, besar,” kata Bayu kepada awak media di Bulog Center, Senin (20/05/2024) di Penggilingan Padi Karawang. Tengah. dikatakan. ).

Ia menambahkan, jika melihat situasi saat ini, defisit beras pada Juni akan minus 0,45 juta ton. Melihat hal tersebut, Bayu pesimistis harga beras tidak akan turun lagi.

“Kalau melihat situasi saat ini, di bulan Juni sudah terjadi kelangkaan lagi. Saya kira akan sulit untuk menguranginya,” imbuhnya. (dasi/dasi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *