Jakarta –
Read More : Overstay Kok Sampai Setahun? Bule Polandia Diusir dari Pulau Dewata
Badan Pangan Nasional mengakui terjadi penurunan produksi bawang merah yang cukup signifikan. Penurunan terjadi di tingkat petani dan konsumen.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono mengatakan, berdasarkan laporan di lapangan, harga bawang merah di tingkat petani berada pada level Rp13.000 per kilogram (kg) hingga Rp14.000. . /kg.
Laporan teman di lapangan, harga bawang merah Rp 14.000, Rp 13.000, masih muda, bukan rogol, artinya masih ada daunnya, katanya kepada detikcom, dilansir Kamis (15/8/2021). 2024).
Jumlah tersebut jauh dari Harga Patokan Pemerintah (HAP) bawang merah di tingkat petani yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18.500 hingga Rp 20.000/kg.
Aturan HAP untuk bawang merah terdapat dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 17 Tahun 2023 tentang Harga Patokan Pemerintah di Tingkat Produsen dan Konsumen untuk Kedelai, Bawang Merah, Cabai Merah, Cabai Keriting, Daging Sapi dan Gula.
Penyebab turunnya harga bawang merah adalah karena memasuki masa puncak panen. Maino mengatakan, meski tidak bersamaan, namun waktu panen bawang merah di areal produksi kurang lebih sama.
“Karena musim panen, meski tidak bersamaan di semua daerah, tapi bersamaan seperti Nganjuk, Probolinggo, Kendal, Brebes, Demak, termasuk Bhima sebentar lagi, jadi di saat yang sama harganya turun. berada di bawah harga pengawasan pemerintah (HAP),” jelasnya.
Sebelumnya, Asisten Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Nyoto Suwignyo juga menyebutkan beberapa penyebab turunnya harga bawang merah. Hal itu diungkapkannya dalam rapat pengendalian inflasi yang diambil dari YouTube Kemendagri, Senin (12/8).
Pak Nyoto mengatakan, ada banyak alasan mengapa harga bawang merah turun drastis. Pertama, pasokan yang meningkat pascapanen besar hingga akhir Juli 2024.
Produksi tahun ini mencapai 771,3 ribu ton, turun 40 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun ketika produksi menurun, konsumsi bawang merah pun terlihat menurun.
Dari sisi konsumsi, total konsumsi Januari-Juli 2024 mencapai 691,1 ribu ton. menurun,” jelasnya. (apa saja/kil)