Jakarta, suaramdeka.com – Produksi minyak bumi di Indonesia terus mengalami penurunan hingga mencapai level terendah dalam 56 tahun terakhir.
Read More : 5 Aktivitas Seru di Padma Resort Legian untuk Liburan Keluarga
Per 15 April 2024, produksi minyak Indonesia hanya mencapai 576 ribu barel per hari.
Julian Gunhar, Anggota DPR RI Sidang ke-7, menyayangkan menurunnya produksi minyak di Indonesia.
Baca juga: Serangan Iran ke Israel Bisa Picu Inflasi di Indonesia, Sektor yang Diperkirakan Paling Terdampak
Julian Gunhar dalam keterangan resminya, 20 April 2024, mengatakan terus menurunnya produksi minyak hingga mencapai 576 ribu barel per hari jauh dari kebutuhan minyak mentah Indonesia yang diperkirakan mencapai 1,5 juta barel per hari.
Peningkatan produksi minyak kini menjadi hal yang sangat penting bagi Indonesia
Mengingat panasnya situasi geopolitik global pasca konflik Iran dan Israel, hal ini diperkirakan akan menyebabkan kenaikan harga minyak global.
Baca Juga: Antam dan UBS Menguat Akhir Pekan, Simak Detail Terbaru Harga Emas Pigadian, Sabtu 20 April 2024
Ketika produksi minyak menurun, Indonesia perlu mengimpor minyak dari luar negeri.
Ia menambahkan, hal ini akan menambah beban APBN akibat kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Iran dan Israel.
Menurutnya, mengingat Iran merupakan produsen minyak mentah terbesar ketujuh di dunia, maka konflik Iran-Israel akan meningkatkan harga minyak dunia.
Baca Juga: Gunung Merapi Gempa 44 Kali Gempa Hibrid, BPPTKG Minta Waspada…
Terjadinya konflik ini akan mengganggu pasokan minyak mentah global dan berujung pada kenaikan harga minyak dunia.
“Harga minyak dunia saat ini berada di angka $90 per barel. Ini pasti berdampak pada APBN, dan rupee akan terdepresiasi terhadap dolar AS.”