Jakarta –
Read More : Luhut Sebut PPN 12% Mau Ditunda, Eh Airlangga Bilang Belum Dibahas
Donald Trump akan segera dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat pada tahun depan. Para pengusaha khawatir rencana mereka mengenakan tarif besar terhadap impor Tiongkok akan meningkatkan perang dagang.
Untuk memberikan dorongan, para pemimpin bisnis AS di Tiongkok minggu ini akan bertemu dengan para pejabat dan menghadiri pameran dagang. Diantaranya adalah CEO Apple Tim Cook yang menghadiri China International Supply Chain Expo.
Ini adalah kunjungan ketiga Tim Cook ke Tiongkok tahun ini dan pertama kalinya dia menghadiri pameran, menyoroti pentingnya Tiongkok dalam penjualan dan penjualan produk Apple.
“Kami sangat berkomitmen terhadap Tiongkok, itu sebabnya saya sudah berada di sini tiga kali,” kata Cook dalam wawancara dengan media pemerintah Tiongkok yang dikutip detikINET CNBC. Ia berharap hubungan ini semakin baik.
Sebelum pertunjukan, Tim Cook bertemu dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang serta para direktur perusahaan dunia. Demonstrasi tersebut diadakan dua bulan sebelum pelantikan Donald Trump, yang selama kampanye berjanji akan menaikkan tarif barang-barang Tiongkok antara 60% dan 100%.
Trump juga baru-baru ini mengatakan dia akan menaikkan tarif tambahan sebesar 10% untuk semua barang Tiongkok yang masuk ke AS.
Tarif semacam itu menimbulkan risiko besar bagi perusahaan internasional seperti Apple, yang bergantung pada Tiongkok sebagai basis manufaktur penting. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah mengalihkan porsi pasokan globalnya dari Tiongkok ke negara-negara seperti India sebagai bagian dari upaya diversifikasi.
Meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS dapat mempersulit upaya Beijing untuk menarik investasi asing dan memperlambat pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Tonton video “Sinyal dari Bos Apple untuk berinvestasi di RI: Kami percaya pada negara ini” (fyk/afr)