Batavia –

Read More : Sri Mulyani Pastikan ke Bos OECD Politik RI Apik

Google telah mulai menguji fitur anti-aliasing di Android, yang pertama kali terungkap pada Android 15 di Google I/O 2024.

Fitur yang disebut Theft Detection Lock ini sedang diuji di Brasil, yang dianggap sebagai tempat terbaik untuk menguji fitur ini karena tingginya jumlah pencurian ponsel. Google menceritakannya pada acara tahunan di Brazil.

Anti-pembajakan telah diuji tidak hanya di Brazil, tetapi juga di banyak situs lainnya. Misalnya, pengguna dapat menghubungi pemilik bisnis setelah mereka ditemukan di hasil penelusuran Google menggunakan SMS atau WhatsApp, yang disimpan di Profil Bisnis mereka.

Selain itu, pemilik restoran juga dapat menganalisis menu di restorannya menggunakan AI untuk membuat menu versi digital untuk ditampilkan di halaman pencarian.

Seperti yang telah disebutkan, kunci deteksi pencurian bekerja dengan mendeteksi gerakan tertentu yang terjadi ketika seseorang mengambil ponsel dari pengguna, atau di meja tempat pengguna meletakkan ponsel. Ketika ada gerakan khusus yang terdeteksi, sistem akan mengunci layar secara otomatis. Kemudian sistem akan mencari tanda-tanda lain bahwa ponsel tersebut telah dicuri dari pemiliknya. Misalnya ketika pencuri mematikan jaringan seluler atau WiFi. Google juga memperkenalkan cara baru untuk mengunci layar ponsel dari jarak jauh, misalnya ketika seseorang menggunakan ponsel tanpa izin. Yaitu melalui android.com/lock, di mana pengguna dapat memasukkan nomor telepon dan menjawab pertanyaan keamanan untuk mengunci ponsel. Meski saat ini hanya tersedia untuk Android 15 beta, fitur-fitur tersebut pada akhirnya akan diperkenalkan melalui pembaruan layanan Google Play untuk semua ponsel yang menjalankan OS Android 10 ke atas. Video ini “Google Mengumumkan Sejumlah Fitur Keamanan di Android 15” (asj/asj)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *