Jakarta –

Read More : Pernah Kena COVID-19 Bisa Bikin Otak Rusak, Setara Menua 20 Tahun Lebih Cepat

Moh Fakhruri, ayah mendiang doktor ‘ARL’ Universitas Dibonekoro meninggal dunia pada Selasa pagi (26/8/2024). Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril membenarkan, pasien tersebut meninggal di RSCM dan sebelumnya dirawat di rumah sakit di kawasan Kardina Dekalb.

Kementerian Kesehatan Indonesia telah melakukan upaya untuk memudahkan rujukan di tengah laporan kematian Dr. ARL karena ancaman bunuh diri. Investigasi terhadap kebenaran ancaman tersebut sedang dilakukan dan diharapkan akan diumumkan ke publik minggu ini.

Chiaril mengatakan, kesehatan ayah Dr. ARL memburuk setelah mendengar kabar kematian putranya.

Saat dihubungi detikcom, Selasa (27/8/2024), ia menjelaskan, “Dari situ Kementerian Kesehatan RI mengatur agar dia berobat ke RSCM karena kondisinya semakin parah.”

“Kita hanya bisa membayangkan bagaimana ayahmu kehilangan anak kesayangannya. Sejak mendengar kabar tersebut, kondisinya terus memburuk,” lanjut Syahril.

Meski belum diketahui secara pasti apa yang diderita ayah Dr. ARL sebelum kematiannya, namun pria paruh baya tersebut menderita beberapa penyakit. Salah satunya adalah ensefalopati hepatik, atau ensefalopati sistem portal, yang merupakan serangkaian gejala umum pada pasien sirosis.

Ayah dr ‘ARL juga menderita melademesis melaena, yaitu pasien muntah darah disertai darah dan feses berwarna hitam sebelum mengalami gangguan pernafasan.

Saya berharap ini menjadi pelajaran bagi semua orang, kata Chiaril.

Selanjutnya: Penuntutan Intimidasi

(naf / atas)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *