Jakarta –
Read More : Indonesia VS Bahrain Masih Imbang 1-1, Netizen: Ayo Tambah Gol!
Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (Asephi) menanggapi kebijakan tarif bersama, yang oleh Presiden AS Donald Trump mengimplementasikan banyak negara. Meskipun aplikasinya masih tertunda, tarif Indonesia tetap 32%.
Ketua Asephi Muchsin Ridjan mengatakan tingkat impor baru memengaruhi industri kerajinan. Menurutnya, kebijakan tarif yang tinggi akan menjadi pukulan berat bagi Indonesia.
“Industri tekstil, alas kaki, furnitur, karet mengandalkan pasar AS sebagai salah satu tujuan ekspor utama,” katanya dalam sebuah laporan tertulis pada Selasa (2012).
Dia menekankan pentingnya industri proses adaptasi untuk pengembangan teknologi digital. Menurutnya, dunia kerajinan nasional harus dapat mengatur kembali era globalisasi untuk mempertahankan relevansi.
“Transformasi digital diperlukan. Kami tidak hanya mendukung warisan budaya melalui penguasaan, tetapi kami juga harus dapat menarik produk lokal ke pasar dunia dengan metode modern,” jelasnya.
Sementara itu, Ari Satria, direktur Departemen Pengembangan Ekspor Layanan Perdagangan dan Produk Kreatif, mengevaluasi pentingnya strategi negosiasi dengan memperluas ekspor kerajinan tangan Indonesia, terutama di AS. Menurut ARI, meskipun AS tetap menjadi pasar ekspor terbesar kedua setelah pasar domestik, kontribusi ekspornya telah menurun.
“Sejauh menyangkut hasil, ekspor kami masih rendah dibandingkan dengan pasar domestik. Tetapi persentase ekspor AS telah turun.”
Ari juga menekankan potensi bahan baku lokal seperti kayu dan bambu, yang dapat meningkatkan daya saing kerajinan tangan Indonesia. Namun, ia ingat bahwa produk Indonesia harus tetap kompetitif dalam kompetisi global.
“Amerika Serikat tidak hanya menetapkan tarif di Indonesia. Negara -negara pesaing kami juga terpengaruh. Oleh karena itu, kami harus menjaga harga produk di bawah negara lain,” jelas Ali.
Sudah diketahui bahwa pemerintah Indonesia sedang bernegosiasi untuk mengurangi tingkat ekspor produk kerajinan tangan. Tujuan pengisian ulang hingga 10% berkurang sebesar 32%.
Selain tarif, pemerintah mendorong tindakan strategis lainnya untuk mengurangi defisit perdagangan dengan AS, seperti meningkatkan pembelian energi dan produk pertanian Paman Sam. (Rea/ara)