Jakarta –

Read More : Daftar 91 Kosmetik Ilegal-Berbahaya yang Ditarik BPOM RI, Banyak Dijual Online

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan setidaknya ada 11 kasus Mpox atau cacar monyet di Kabupaten DKI sepanjang tahun 2024. Kasus Mpox sudah tersebar di beberapa wilayah DKI Jakarta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Mariati Kasiman, MK K K mengatakan, kasus Mpox terakhir ditemukan pada Juni 2024.

Jumlah kasus pada tahun 2024 sampai saat ini sebanyak 11 kasus. Sembilan kasus merupakan warga Jakarta dan 2 kasus di luar Jakarta. Kasus terakhir kita temukan pada Juni 2024, ujarnya saat dihubungi detikcom, Jumat (16/8/2024).

Kasus Mpox sudah tersebar di 8 wilayah DKI Jakarta. Diantaranya Pasar Minggu, Ciracas, Grogol Petamburan, Jatinegara, Kebon Jeruk, Matraman, Tanah Abang, Tanjung Priok.

Seluruh kasus Mpox, lanjut Dr. Marietti, dilaporkan menyerang penduduk berusia 21-50 tahun.

Kasus Mpox pertama kali dilaporkan pada 22 Januari 2024. Virus ini ditemukan di tubuh seorang wanita di DKI yang juga mengidap HIV dan IMS. Kemudian pada tanggal 7 Februari 2024 kembali terlihat pada Isya.

“Kami terus meningkatkan kewaspadaan terhadap MPox, sembari berkolaborasi dengan rumah sakit dan seluruh layanan kesehatan yang ada,” kata Dr Mariatti.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan Mpox sebagai darurat kesehatan global

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengklasifikasikan Mpox sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat (PHEIC) untuk kedua kalinya dalam dua tahun.

Status PHEIC adalah tingkat kewaspadaan tertinggi WHO dan bertujuan untuk mempercepat penelitian, pendanaan, dan tindakan kesehatan global serta kerja sama untuk memerangi penyakit ini.

“Jelas bahwa respons global yang terkoordinasi sangat penting untuk membendung wabah ini dan menyelamatkan nyawa,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataan dari situs resmi WHO. Saksikan video “Catatan WHO menyatakan Mpox sebagai darurat kesehatan global”. (dpy/kna)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *