Jakarta –
Read More : Fenomena ‘Makan Tabungan’ Makin Marak, Tabungan BRI Solusinya
Pemerintah Indonesia telah lama menjalin hubungan diplomatik dan kerja sama di berbagai bidang. Bahkan, kedua negara tercatat pernah menandatangani berbagai bentuk kerja sama sebelum Presiden Iran Ibrahim Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter.
Sebagaimana dicatat detikcom, Presiden Raisi secara pribadi mengunjungi Indonesia pada Mei 2023 untuk menyetujui rancangan 10 proyek kerja sama kedua negara. Kerja sama yang dimaksud mencakup bidang kesehatan, ekonomi, dan teknologi.
Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginisiasi investasi IKN dan kerja sama bisnis di bidang energi migas. Kerjasama yang melibatkan BUMN juga telah dirintis untuk menjalin transfer teknologi di bidang bioteknologi dan nanoteknologi di bidang kesehatan, energi, pertanian, dan lingkungan hidup.
Totalnya, berikut 10 kerja sama yang disepakati pemerintah Indonesia dan Iran dalam perjanjian tersebut:
1. Preferensi perdagangan2. Memberantas peredaran gelap narkotika dan psikotropika serta prekursornya3. Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi 4. Jaminan Produk Halal 5. Pengembangan Sektor Energi6. Peraturan di bidang-bidang seperti produk farmasi, biologi, obat tradisional, kosmetik dan pengolahan makanan7. Penghapusan rezim visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas8. Saling membantu administrasi di bidang kepabeanan9. Promosi Perdagangan 10. Program pertukaran budaya
Selain kerja sama tersebut, Indonesia dan Iran terus menjajaki peluang kerja sama di berbagai bidang lainnya pada tahun lalu. Salah satunya terkait kerjasama Jaminan Produk Halal (JPH) yang mulai berlaku Mei tahun lalu.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI dan Organisasi Standar Nasional (INSO) Iran tentang kerja sama di bidang penjaminan mutu produk halal. .
Wakil Menteri Agama Zainut Tawhid Saadi mengatakan, pihaknya akan terus mendukung penguatan kerja sama bidang produk halal di tingkat global, dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi produk halal dunia.
Guna mewujudkan gagasan tersebut, SYNUTS menilai perlunya kolaborasi dan sinergi JPH antar seluruh pihak yang berkepentingan di tingkat global. Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan transaksi perdagangan produk Halal sehingga membawa manfaat ekonomi dan memperkuat kesejahteraan masyarakat kedua negara.
“Kami berharap MoU ini dapat memperkuat sinergi yang ditujukan agar Indonesia dan Iran menjadi pemain utama di industri produk halal dan pasar dunia,” kata Zainut kemarin (23 Mei 2023).
Selain itu, pada pekan lalu Kementerian Pertanian dan Pemerintah Iran menyepakati kerja sama di bidang pertanian. Tujuan kerjasama ini adalah untuk mengembangkan pemompaan dan pemanfaatan rawa.
Saat itu, Iran juga setuju membantu pertanian Indonesia melalui kerja sama teknis dan ilmiah.
“Iran sangat maju dalam sistem irigasi berteknologi tinggi terkini dan teknologi pengawetan pangan,” kata Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Borujerdi seperti dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (30/04/2024).
Borujerdi mengatakan banyak teknologi yang dimiliki Iran meliputi fasilitas penyimpanan produksi, fasilitas penanaman, fasilitas pengalengan, dan fasilitas canggih lainnya seperti penggerak air atau sistem pemompaan.
Jika belum cukup, pihaknya juga akan mendorong pertukaran impor-ekspor subsektor hortikultura, khususnya terkait buah-buahan. Sebab, menurutnya, Iran punya banyak buah-buahan berkualitas yang bisa melengkapi menu makanan orang Indonesia. (fdl/fdl)