Jakarta –
Read More : Sindir AS cs Pandang RI Sebelah Mata, Luhut: Giliran Dekat dengan China Marah
Keluarga Pekerja di Inggris telah mengumumkan strategi barunya untuk mengembangkan penggunaan energi lingkungan. Langkah tersebut dimulai dengan pemasangan ribuan panel surya di Kastil Sandringham untuk penggunaan bahan bakar dengan respirasi rendah menurut Raja Charles III.
Rencana tersebut terungkap dalam laporan Rumah Tangga Kerajaan (Badan Urusan Rumah Tangga Kerajaan Inggris) yang diterbitkan pada Rabu (24/7). Ceritanya juga mencakup pemandangan keluarga kerajaan dari berbagai lokasi, termasuk Crown Estate.
Diperkenalkan Kamis (25/7/2024) oleh CNN, Raja Charles III adalah seorang aktivis lingkungan jauh sebelum ia naik takhta. Oleh karena itu, pada tahun pertama pemerintahannya, pemimpin tertinggi Semenanjung Inggris itu segera menerapkan berbagai langkah untuk mengatasi meningkatnya emisi karbon.
Menurut pihak Rumah Tangga Kerajaan, salah satu hal yang dilakukan Raja Charles III adalah mengganti seluruh lampion atau lampu lain yang masih menggunakan bahan bakar di Istana Buckingham.
Badan Keluarga Kerajaan Inggris juga setuju untuk memasang panel surya di atas Kastil Windsor, tempat Pangeran Harry dan Meghan menikah pada tahun 2018, untuk mengurangi konsumsi energi. Mereka berencana memasang sekitar 2.000 lampu tenaga surya di lereng Kastil Sandringham di masa depan.
“Ini adalah rencana ambisius yang, jika diterapkan, dapat menghasilkan listrik yang cukup untuk kediaman kerajaan (Kastil Sandringham) seluas 20.000 hektar,” tulis Rumah Tangga Kerajaan dalam laporan terbaru mereka.
Kastil Sandringham sendiri telah menjadi rumah bagi empat generasi bangsawan Inggris sejak tahun 1862. Mansion ini juga menjadi tempat berkumpulnya keluarga kerajaan untuk merayakan Natal.
Kemudian, Raja Charles III meminta dua mobil Bentley miliknya diubah menjadi bahan bakar nabati. Selain itu, keluarga kerajaan juga akan mengubah hampir seluruh mobil keluarga menjadi mobil listrik.
Tak hanya itu, putra Ratu Elizabeth II ini juga meminta agar helikopter baru yang akan diterbangkannya ke pelosok Inggris menggunakan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai bahan bakar utamanya.
“SAF memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil karena berasal dari limbah yang menghilangkan karbon dioksida atau dari tanaman yang menyerap karbon dioksida saat tumbuh,” jelas keluarga kerajaan Inggris lagi.
Tentu saja, semua perubahan ini direncanakan atas biaya keluarga kerajaan. Sebaliknya, laporan itu juga menyebutkan pendapatan keluarga kerajaan sebesar 45 juta poundsterling atau setara Rp. 943,3 miliar (kurs Rp 20.940/pound) yang dihasilkan dari peningkatan laba bersih Crown Estate.
Perlu diketahui, Crown Estate adalah istilah yang mengacu pada kumpulan tanah atau perusahaan yang dimiliki oleh keluarga kelas pekerja di Inggris. Namun, Crown Estate bukanlah bagian dari kekayaan keluarga atau milik negara, sehingga sebagian keuntungannya harus dibagi antara keluarga kerajaan dan pemerintah Inggris.
Dalam hal ini, nilai Crown Estate kali ini meningkat 53% menjadi 1,1 miliar poundsterling atau Rp 23,03 miliar. Oleh karena itu, pendapatan keluarga pekerja pada tahun 2025/2026 meningkat menjadi 132 juta poundsterling (Rp 2,76 triliun), dari sebelumnya 86,3 juta poundsterling (Rp 1,8 triliun) pada tahun 2024/2025. (fdl/fdl)