Jakarta –
Read More : Janda Bill Gates Kritik Pengusaha yang Banggakan Tidur Sebentar
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudintana bergabung dengan DANA di Indonesia sebagai Komisaris Utama. Rudithana mengaku mencermati perjalanan DANA selama 6 tahun terakhir dan meyakini masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar.
“Selama enam tahun terakhir, saya telah melihat perjalanan DANA dalam menciptakan platform pembayaran dan layanan keuangan terintegrasi dengan visi besar untuk mewujudkan masyarakat Indonesia non-tunai. Selain tumbuh hingga 180 juta pengguna, DANA semakin inklusif karena 60 persen Indonesia. mobile Mengingat jumlah pengguna layanan telepon melebihi 240 juta pengguna yang menempati kota-kota tier 3 dan 4 di Indonesia, maka potensi pertumbuhan DANA masih sangat tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/4).
DANA, perusahaan teknologi finansial penyedia platform pembayaran dan layanan keuangan digital, terus membuktikan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Komitmen tersebut didukung dengan pemanfaatan teknologi mutakhir seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam menyempurnakan berbagai fitur dan layanan keuangan digital bagi pengguna dan mitra.
Sejak tahun 2018, DANA terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan finansial dan gaya hidup masyarakat Indonesia. Selain jumlah pengguna, UMKM DANA Bisnis juga menunjukkan pertumbuhan jumlah mitra yang signifikan hingga saat ini mencapai 700.000 dengan rata-rata transaksi harian meningkat 102 persen (YoY).
Sementara itu, jumlah pedagang yang menggunakan QRIS DANA sebagai pedagang juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022 yaitu sebesar 37 persen pada tahun 2023. Sementara dibandingkan tahun 2020, jumlahnya meningkat 295 persen.
Perkembangan transaksi digital bukan hanya terjadi di Indonesia. Berkat keberhasilan Bank Indonesia melalui standarisasi pembayaran antar negara atau QR Cross Border, sistem pembayaran ASEAN menjadi semakin terintegrasi. DANA merupakan salah satu penyedia layanan pembayaran non-bank pertama yang menerapkan QR Cross Border di 3 negara antara lain Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Pada saat yang sama, harapan DANA untuk mengembangkan pembayaran digital dan layanan keuangan di Indonesia mencakup dukungan berbagai inovasi seperti penerapan teknologi AI, kata Chief Technology Officer DANA Indonesia Norman Sasono. Teknologi AI digunakan untuk mempersonalisasi solusi keuangan pengguna untuk mendukung masalah pengguna melalui asisten digital Layanan Pelanggan DIANA dan meningkatkan keamanan transaksi digital melalui teknologi Risk Engine.
“Sesuai salah satu prinsip kami yaitu kepercayaan, kami selalu mengedepankan kepercayaan pengguna melalui berbagai upaya. Upaya tersebut antara lain dengan penerapan teknologi AI. Kami berharap penggunaan AI tidak hanya memudahkan pekerjaan sehari-hari para teknisi teknologi kami. , tetapi juga lebih dapat diandalkan, layanan digital dan layanan keuangan DANA dapat ditingkatkan,” kata Norman.
Ke depan, DANA akan fokus menyediakan produk yang memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia melalui teknologi terdepan dan peningkatan kualitas layanan. Peningkatan kemampuan AI sedang dilakukan untuk mempersiapkan fitur dan layanan baru ini. Pendekatan integrasi produk juga akan dilakukan untuk memastikan pengguna memanfaatkan sepenuhnya kemampuan dompet digital DANA. Saksikan video “Piala Dana 2024: Juara Sepakbola detikcom!” (kakak adik)