Jakarta –

Read More : 3 BUMN Karya Bakal Jadi Agrinas, Bos Badan Pangan Buka Suara

Kondisi cuaca yang sangat panas di Filipina telah mengganggu banyak bidang kehidupan warganya. Situasi ini bahkan mengganggu produksi pertanian, mengganggu pasokan listrik dan air, bahkan membebani dunia usaha.

Suhu di Filipina mencapai 50 derajat Celcius di beberapa wilayah. Fenomena El Niño yang diakibatkannya dikatakan telah memperburuk cuaca panas di negara tersebut. Tak hanya permasalahan ekonomi, masyarakat juga mulai mengalami permasalahan kesehatan.

Kondisi panas ekstrem dapat membahayakan kelompok rentan. Panas ekstrem seringkali dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti pusing, muntah, dan pingsan jika terkena panas dalam jangka waktu lama.

Akibat kejadian ini, ribuan sekolah diliburkan. Menurut Departemen Pendidikan Filipina, sekitar 3,6 juta siswa terkena dampaknya.

“Hari ini sangat panas. Panasnya membakar kulit saya, tidak seperti panas normal (musim panas) yang bisa ditoleransi,” kata warga Filipina bernama Curt Mahusay (23 tahun) dilansir Reuters, Senin (29/4/2024).

Bukan hanya Kirt saja, seorang guru SMA di Filipina bernama Memia Santos (62) mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Misalnya tekanan darah meningkat karena panas.

“Tekanan darah meningkat karena panas. Punggung kami basah dan terkadang kami merasa lelah,” kata Santos.

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Filipina (PHAPi) mengatakan rumah sakit swasta di negara tersebut siap menangani lebih banyak pasien yang menderita penyakit terkait panas. Presiden PHAPi mengatakan Dr. Jose Rene de Grano bahwa rumah sakit siap merawat pasien yang menderita dehidrasi, panas, panas bahkan panas.

Jose mencatat bahwa sebagian besar masalah kesehatan yang dibawa ke rumah sakit tidaklah serius. Pasien yang kondisinya tidak berbahaya bisa dipulangkan dalam sehari.

“Saat cuaca panas, kami mempersiapkan rumah sakit anggota kami untuk siap menerima kedatangan pasien yang menderita penyakit akibat panas. Meskipun konseling tersedia, sebagian besar tidak menginap. Setelah beberapa jam di IGD, setelah tenang barulah mereka pulang,” kata Jose, dilansir dari Daily Tribune.

Sebelumnya, Departemen Kesehatan Filipina mengumumkan enam orang meninggal akibat gelombang panas antara 1 Januari hingga 18 April. Kasus-kasus yang dilaporkan terjadi di Visayas Tengah, Ilocos dan Soxxargen. Tonton video “Apakah Cuaca Panas Mempengaruhi Kesuburan Pria dan Wanita? Begini Kata Dokter” (avk/naf)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *