Jakarta-
Read More : Porto Vs MU: Drama 6 Gol, Skor Imbang 3-3
PT Citilink Indonesia akan fokus pada pemeliharaan atau pemeliharaan semua pesawat pada tahun 2025
Direktur PT Citilink Indonesia Dewa Kadek Rai mengatakan partainya akan lebih fokus pada pemulihan pesawat daripada menambahkan unit baru untuk disewa. Dia juga memperkenalkan dua jenis pesawat yang dimiliki oleh Citilink, Airbus 320 dan ADR 72.
“Oleh karena itu, hanya ada dua jenis pesawat Citilink, yang pertama adalah 320 (hingga 49 buah) Airbus, dan 7 sisanya adalah ADR 72. Sekitar 19 pesawat.” 1/2025) di departemen kantor bunt di Jakarta.
Duva mengatakan tujuan mempertahankan seluruh pesawat harus diselesaikan hingga akhir 2025. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa 56 pesawat Citilink dapat dioperasikan tahun ini.
Hingga saat ini, Citilink telah menyediakan 75 rute dengan 49 tujuan. DEWA mengatakan jika tujuan pemeliharaan pesawat tidak dapat dicapai sampai akhir tahun ini, Citilink juga akan meningkatkan frekuensi dan meningkatkan beberapa rute.
Dia mengatakan: “Jika tujuan kami adalah untuk memberikan layanan kepada semua pesawat, kami akan meningkatkan frekuensi rute yang ada, terutama rute di Indonesia timur. Kami tidak memiliki banyak frekuensi saat ini.”
Pada saat yang sama, diskon tiket penerbangan untuk Natal dan Tahun Baru 2024-2025 tidak memiliki dampak signifikan pada pendapatan Citilink. Seperti yang kita ketahui, dari 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025, pemerintah menetapkan diskon tiket udara 10 % untuk Natalu dalam 16 hari.
Duva mengatakan: “Saya pikir ini relatif, ya, penghasilan kami adalah karena jumlah penumpang meningkat, pendapatan kami tidak besar.”
Namun, selama momentum Nataru, dewa tidak menyangkal lonjakan penumpang. Dia mengatakan rasio antara kapasitas yang tersedia untuk bepergian atau faktor beban citilink mencapai 81 %.
Dewa menjelaskan: “Tahun ini, musuh pemuatan kami dapat mencapai 81 %, yang berarti bahwa hanya 19 % dari pesawat rata -rata kami yang kosong.”
Tonton Video: Biaya Berita! Eric Thohir (Eric Thohir) akan “menikah” Garuda, Citilink dan Lampu Air
(RRD/RRD)