Jakarta –
Read More : Makan Bergizi Gratis Resmi Dimulai Hari Ini! 190 Dapur Sudah Siap di 26 Provinsi
Template Instagram story yang viral berisi imbauan untuk tidak memberikan teh kepada anak-anak. Hal ini disebut-sebut dapat mengganggu penyerapan zat besi sehingga membuat anak berisiko terkena anemia.
“Peranan zat besi adalah membantu perkembangan otak, kecerdasan, pemahaman, konsentrasi dan IQ. Selain itu bermanfaat juga untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, sumber tenaga otot untuk keterampilan kelistrikan dan mencegah ketegangan,” memberi keterangan pada foto crowdsourced tersebut. resep bersama.
Dokter Anak Dr. Jati Kusuma Wardhani, SpA yang pertama kali membagikan kabar ini mengatakan, kasus anemia defisiensi besi masih terus ditemui. Dokter yang bekerja di Semarang, Jawa Tengah ini mengatakan, memberikan teh pada anak bisa menjadi salah satu hal yang menimbulkan masalah.
“Banyak sekali kasus pemberian teh kepada anak-anak, terutama oleh nenek-nenek atau ibu-ibu muda yang masih belum mengetahui informasi tersebut,” kata dr. Jati saat ditemui detikcom, Rabu (9/10/2024).
Meski masalah anemia defisiensi besi sudah banyak ditemukan di mana-mana, namun seringkali sulit bagi orang tua untuk mengenalinya. Dr. Jati mengatakan, masalah anemia defisiensi besi seringkali salah didiagnosis karena tidak memiliki gejala yang khas.
Akhirnya kondisi tersebut diketahui secara tidak sengaja melalui pemeriksaan laboratorium terhadap seorang anak yang sedang sakit dan dirawat oleh dokter.
Rekomendasinya adalah tidak memberikan teh pada anak-anak. Selain itu, ibu menyusui dan ibu hamil, serta wanita usia subur juga diharapkan membatasi penggunaan teh ini, kata Kasus Temuan Anemia Defisiensi Besi. Anak-anak
Dalam konten yang dipostingnya, dr Jati bercerita tentang salah satu pasiennya yang menderita anemia. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa kadar darah pasien berusia 2 tahun menunjukkan anemia defisiensi besi.
Anak tersebut memiliki kadar hemoglobin (Hb) yang rendah yaitu 8,7 g/dL yang seharusnya di atas 11,0 g/dL. Dulu orang tua tidak melakukan pemeriksaan darah di laboratorium karena anak terlihat aktif, gembira dan tidak pucat. Pemeriksaan laboratorium dilakukan karena anak tersebut sedang dirawat karena penyakit lain, yakni bronkopneumonia.
Anemia termasuk defisiensi zat besi mikronutrien (defisiensi nutrisi). Tidak ada gejalanya. Biasanya kalau sudah ada gejalanya, kadar Hbnya sudah turun di bawah 8, kata dr. Jati dalam buku TikToknya yang dikutip detikcom seizinnya.
Setelah melakukan penelitian, Dr. Terungkap bahwa pasien sering diberi teh oleh neneknya. Menurut penuturan nenek, pasien lebih suka minum teh.
“Kasus seperti itu tidak hanya 1-2 kali saja. Bahkan di perkotaan pun banyak ditemui. Makanya mintalah nenek, bude, om, om, tante, tante untuk menghindari pemberian teh pada anak kecil. mendapat izin dari ibu atau ayah,” tegasnya. Tonton video “Video: IDAI Bilang Anak Gemuk Bukan Berarti Sehat” (avk/suc)