Jakarta –
Read More : Kiamat 29 Juni 2024 Meleset, Masih Ada Ramalan Kiamat Baba Vanga
Influenza merupakan penyakit yang sangat menular, terutama pada masa transisi saat ini. Pasalnya, dalam iklim yang tidak stabil, kekebalan tubuh melemah dan rentan terkena flu.
Influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza A, B, dan C yang menyerang sistem pernafasan manusia. Meski mirip dengan flu, flu berbeda dengan flu biasa (batuk).
“Flu biasanya disebabkan oleh virus lain, sedangkan flu biasa disebabkan oleh virus influenza. Flu menimbulkan gejala yang bisa lebih serius dan bisa menjadi rumit. Apa bedanya? Flu disebabkan oleh virus A dan B. Gejala utama flu adalah “demam. Naik di atas 37,5 derajat, diikuti pilek, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, serta rasa lemas. dibutuhkan,” kata Profesor Sissi kepada detikkom (Senin – Jumat, 04/11/) 2024).
Profesor Sissi juga mengatakan, flu seringkali menular melalui pembicaraan, tawa, bersin, batuk, atau percikan air liur orang lain yang terhirup. Influenza juga dapat menular secara tidak langsung melalui kontak fisik, seperti berjabat tangan dan menyentuh benda yang terkontaminasi virus influenza.
“Flu bisa menyerang siapa saja. Bisa dari anak-anak, bayi, hingga orang tua. Biasanya (flu) menyerang orang yang daya tahan tubuhnya lemah atau kondisi kesehatannya buruk. Virus ini juga bisa menyerang anak kecil, lalu ibu hamil.” , katanya. orang lanjut usia. Usia 65 tahun dengan daya tahan tubuh lemah, pengidap penyakit kronis, dan tenaga medis yang terkena flu,” ujarnya.
Dokter anak menjelaskan, flu dapat diobati dengan obat antivirus dan istirahat, serta hidrasi yang cukup. Prof. Sissi menegaskan, vaksinasi dan suntikan flu juga sangat penting bagi masyarakat sebagai upaya pencegahan penyakit flu.
Meski terdapat efek samping seperti kemerahan, bengkak, gatal, dan demam ringan pada bekas suntikan, Prof. Sissi menegaskan, vaksin flu relatif aman. Namun bagi orang yang alergi telur sebaiknya berhati-hati jika ingin mendapatkan vaksin flu karena vaksin tersebut ditanam melalui telur.
Vaksinasi influenza Prof. Sissi menjelaskan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan perubahan penggunaan vaksin Quadrivalent menjadi Trivalent antara tahun 2024 hingga 2025. Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan, karena virus flu Yamagata strain B diketahui tidak beredar.
“Setiap tahun, WHO bertemu untuk membahas virus yang menyebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini, laporan dari Asia, Afrika, Amerika Latin, Amerika, dan Eropa menunjukkan tidak ditemukan turunan Yamagata yang beredar. WHO mengatakan: mungkin sekarang tiga sudah cukup, yaitu B Victoria dan dua jenis influenza (H1N1 dan H3N2) tidak diperlukan.
“Di Indonesia, Yamagata sudah absen sejak Covid. Sekarang yang beredar hanya tiga, vaksinnya lagi-lagi trivalen,” lanjut Prof Cissy
Sebagai informasi, vaksin jenis trivalen hanya mengandung tiga antigen dari dua jenis virus influenza, yakni dua strain virus influenza A (H1N1 dan H3N2) dan satu strain virus influenza B (Victoria).
Tentang efektivitas vaksin Trivalente, Prof. Cissy mengatakan, uji klinis vaksin Trivalent Biofarma menunjukkan efikasi yang sangat baik.
“Dalam uji laboratorium, itu (Vaksin Trivalen) efisiensi imunogeniknya tinggi, hampir 100%, dan semuanya meningkat. Kami melihat Biofarma memberikan perlindungan terhadap peningkatan serokonversi yang mencapai 100%. 70% dan yang pasti “Anda tidak akan terkena flu, tapi setidaknya jika terkena flu, flunya ringan,” ujarnya.
Prof. Sissy menjelaskan, penting menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit flu. Tentu saja hal ini juga harus dibarengi dengan vaksinasi harian.
Sama seperti WHO memperbarui vaksin flu setiap tahun, Anda juga harus mendapatkan vaksinasi flu setiap tahun, sesuai dengan rekomendasi WHO, dan menjaga kekebalan Anda tetap mutakhir. Jadi, bukan hanya soal gadget saja, kamu perlu meningkatkan sistem imun dan menangkal segala penyakit yang menyerang tubuhmu! Tonton video “Kebanyakan Sama, Ini Perbedaan Pilek dan Flu!” (éga/éga)