Pengangguran –
Read More : Perkembangan Kasus Penggelapan Mobil Rental di Pati, Masih Ada DPO
Viralnya perbukitan di belakang pabrik mobil di kawasan Sikarang Kabupaten Bekara menjadi anugerah bagi masyarakat sekitar yang bergerak di bidang perdagangan. Transaksinya bisa mencapai ratusan per hari
Bukit yang diberi nama Hyundai Hill ini sedang viral dan banyak dikunjungi wisatawan. Lompatan ski ini terletak di sebelah pabrik Hyundai Motor di Desa Sukabunga, Sikarang, Kabupaten Bekasi, di dalam Greenland International Industrial Center (GIC).
Bukit ini terletak kurang lebih 135 m di atas permukaan laut. (Masa) adalah atraksi yang menghadap ke beberapa lusin mobil yang berjejer di depan pabrik. Selain itu, banyak orang yang datang untuk menikmati langit sore dan suasana matahari terbenam
Setelah sempat longsor dan tertimbun, situs tersebut dibuat sekitar tiga bulan. Meski tidak dipatok biaya kunjungan, namun viralnya situs tersebut membawa berkah bagi warga sekitar.
Misalnya, pedagang yang berjualan di kawasan ini adalah Santee First, ia dan anak-anaknya berjualan di pinggir dapur di atas bukit. Namun, diakuinya, dulu profesinya tidak sepopuler sekarang.
“Sudah hampir setahun, tiga bulan berlalu di sini. Kemarin sempat terjadi longsor, sehingga dilakukan penuangan agar tidak terjadi longsor lagi,” ujarnya. 2024).
“Entah seberapa viralnya karena ada mobil, bukit, dan sebagainya (food court). Pertama (food court), lalu di sini. Inilah yang terjadi saat ini,” katanya.
Menurutnya, dia akhirnya memutuskan untuk berjualan di lereng bukit karena banyak orang yang berkunjung ke sana. Transaksinya juga sangat memuaskan, apalagi di akhir pekan
“Iya alhamdulillah untuk perekonomian. Sebelumnya, sejak kami mulai berjualan di sini, lancar-lancar saja. Kalau kita jualan disana, penghasilannya agak sedikit, kadang ramai, kadang sepi. Kalau sibuk uangnya lumayan, kalau agak sepi tidak sama sekali.
Ditambahkannya: “Iya, kalau bukan Minggu, kadang dapat 200, kadang dapat 300. Kalau Sabtu atau Minggu, baguslah, bisa sampai 800. Ya, asal tidak ada yang membantu.”
Dalam pantauan Detik Travel, banyak warga yang terlihat berjualan makanan ringan seperti pepeda, silok, makanan pedas, bahkan minuman ringan. Keramaian ini pun membawa keberkahan bagi warga desa sekitar seperti Santi
“(Yang menjual) warga sini, dan ada juga rekomendasi dari desa lain. Saya dari desa lain,” katanya.
Dia mengatakan dia juga mendengar tentang pengaturan tamu tuan tanah. Pada saat yang sama, ia juga menyatakan komitmennya terhadap transparansi bagi penjual.
Katanya: “Yang penting setelah penjualan dilakukan, sampahnya juga akan dikumpulkan. Saksikan video “Body Rafting Seru di Green Canyon Pangandaran” (minggu/minggu).