Jakarta –
Read More : Austria Vs Prancis: Jadi MOTM, Kante Belum Habis!
Platform e-commerce Bukalapak telah menghentikan penjualan seluruh produk fisik di pasaran. Nantinya, platform tersebut akan fokus pada penjualan produk virtual seperti token listrik, kartu kredit, dan paket data.
“Kami informasikan bahwa Bukalapak melakukan perubahan untuk meningkatkan fokusnya pada produk virtual,” demikian keterangan Bukalapak di blog resminya, Selasa (7/7/2025).
“Sebagai bagian dari langkah strategis ini, kami akan menghentikan penjualan produk fisik di marketplace Bukalap,” kata Bukalapak.
Bukalapak mengetahui penutupan layanan penjualan produk fisik ini akan berdampak pada bisnis para penjual. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk melaksanakan transisi ini secepatnya.
Dalam hal ini, merchant Bukalapak masih bisa mengunggah produk fisik baru hingga 1 Februari 2025.
“Sebaiknya Pelapak menyelesaikan pengelolaan pesanan yang masuk sebelum operasi pasar berakhir untuk menghindari pembatalan otomatis pesanan yang tidak terisi,” jelas Bukalapak.
Sementara itu, semua pesanan yang tidak diproses hingga pukul 23:59 tanggal 2 Maret 2025 akan otomatis dibatalkan oleh sistem. Dana hasil pesanan yang dibatalkan akan dikembalikan kepada pembeli oleh BukaDompet.
Kebutuhan lainnya seperti mengeluarkan dana di luar tanggal 14 Maret 2024, kata Bukalapak.
“Kami akan mendukung seluruh pengguna bukalapak pada masa transisi ini,” lanjut pernyataan produk virtual yang dijual bukalapak.
Setelah Layanan Pasar ditutup, pembeli hanya dapat memperdagangkan produk secara virtual yaitu:
– Pinjaman prabayar – Paket data – Listrik – Pos Listrik – Uang Pekerjaan – Bucasend – Pulsa – BPJS Kesehatan – Air PDAM – Telekomunikasi – Pos – TV Kabel & Internet. (hns/hns)