Jakarta –
Read More : Dokter Ungkap Tak Pernah Temukan Galon Polikarbonat Bisa Picu Diabetes
Meninggalnya seorang dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Universitas Diponegoro memicu berbagai bukti adanya perundungan di bidang medis. Meski pihak keluarga membantah penyebab kematiannya adalah bunuh diri, namun kejadian bullying di dunia medis konon sudah berlangsung bertahun-tahun.
Meski Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyediakan situs pengaduan pelecehan, namun salah satu warga universitas di luar Jawa (calon dokter spesialis), Ji yang mengaku mendapat pelecehan, mengaku melakukannya bersama rekan-rekannya. Saya tidak punya keberanian untuk mengeluh.
Bahkan ia takut ketahuan dan diancam tidak akan lulus karena risiko program studinya ditutup. Lebih lanjut, menurut Ji, sejauh ini belum ada jaminan keselamatan bagi para korban yang mengajukan pengaduan.
“Laporan penyidikannya akan dikirim kembali ke instansi terkait dan kurikulum pasti akan mengetahui siapa pelapornya,” ujarnya saat dihubungi detikcom, Senin (19/8/2024).
“Sebenarnya aku menemui psikiater karena aku mencoba bunuh diri..tapi saat pemeriksaan aku menulis bahwa aku tidak merasakan hal-hal itu. Karena metode penyelidikannya tidak hanya memperhitungkan gejala-gejala yang dialami terakhir kali. 2 minggu”. Yang dimasukkan hanya 10 soal, jadi “hanya sebagai alat screening”, imbuhnya.
Menurut Ji, dengan adanya peneliti di luar Kemenkes dan Kemendikbud, diperlukan lembaga pihak ketiga yang otonom agar evaluasi lebih valid dan dokter yang menjalani PPDS bersedia angkat bicara.
Selain itu, kata Ji, keselamatan PPDS juga perlu dipastikan agar mereka dapat melanjutkan studi dan lulus tepat waktu.
Sekadar informasi, Kementerian Kesehatan RI telah menyiapkan hotline pengaduan pelecehan melalui website dan nomor kontak WhatsApp. Agar kejadian pelecehan dapat segera dilaporkan. Tujuan dari hotline pengaduan adalah untuk memastikan bahwa dokter yang melakukan pelanggaran diselidiki lebih lanjut dan dihukum.
Saksikan video “Keterangan Dokter tentang Rangkaian Kegiatan Senioritas Selama Pelatihan” (suc/up)