Brest –
Read More : Inter Vs Milan: Inzaghi Minta Nerazzurri Jangan Ulang Kesalahan
Stad Brest terkejut karena tidak kalah di Liga Champions. Kejutan tersebut disebabkan oleh situasi Brest yang nyaris bangkrut.
Brest menang 2-1 di markas Sparta Prague, Kamis (11/7/2024) pada leg keempat Liga Champions. Hasil ini membuat Brest tidak akan kalah di Liga Champions musim ini.
Mereka kini berada di peringkat keempat dengan 10 poin hasil tiga kali menang dan satu kali imbang. Peringkat “Brest” lebih baik dari tim-tim besar seperti “Inter”, “Barcelona”, “Manchester City” dan “Real”.
Ini merupakan hasil yang mengejutkan karena Brest bukanlah tim utama di kejuaraan Prancis. Klub asuhan Eric Roy itu juga baru saja menjalani debut di Liga Champions setelah finis ketiga di Ligue 1 musim lalu.
Brest pernah kuat di divisi bawah kejuaraan Prancis. Mereka juga tidak memiliki sumber keuangan yang baik.
Brest bahkan terancam bangkrut menjelang awal musim ini. Seperti dikutip L’Equipe, Brest bersama Auxerre, Lance, Nantes, Reims, Montpellier, Le Havre dan Angers terancam bangkrut jika Ligue 1 gagal mencapai kesepakatan dengan perusahaan pemilik hak siar musim ini.
Keuangan Brest masih aman setelah Ligue 1 mencapai kesepakatan dengan DAZN dan BeIN Sport selaku pemegang hak siar musim ini.
Ini bukan pertama kalinya Brest menghadapi masalah keuangan. Pada tahun 2004, mereka dinyatakan bangkrut dan harus mengikuti kompetisi amatir.
Brest mampu kembali ke Ligue 1 setelah berjuang dari bawah pada 2019. Namun sejauh ini mereka mampu bersaing dengan keterbatasan di Liga Champions.
Menurut perkiraan Transfermarkt, Brest adalah pemain termahal ketujuh di Liga Champions musim ini dengan harga €120,9 juta. Biaya kualifikasi mereka lebih mahal daripada hanya Sparta Prague, Crvena Zvezda Belgrade, Dinamo Zagreb, Sturm Gratz, Young Boys dan Slovan Bratislava.
Markas mereka, Stade Francis-Le-Bille, bahkan tak layak menjadi tuan rumah laga Liga Champions. Dalam hal ini, warga Brest harus memainkan laga kandangnya di stadion Stade de Ruduru yang berjarak hampir 100 km dari Brest.
Dengan segala keterbatasan tersebut, Brest sangat mampu bersaing di Liga Champions. Kita tunggu saja, apakah kejutan Brest akan berlanjut?
(pur/krs)