Batavia –

Read More : UEFA Nations League: Hat-trick Haaland Bawa Norwegia Promosi ke Liga A

Pemberitaan awam (PHK) di sektor TPT menjadi sorotan BPJS Ketenagakerjaan. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan pihaknya meminta kantor wilayah (Kanwil) di daerah berkomunikasi langsung dengan perwakilan pengusaha.

“Kami meminta seluruh kantor wilayah di Pulau Jawa untuk berbagi dengan 3 perusahaan besar di masing-masing wilayah di sektor sandang, tekstil, dan alas kaki. Kami berbicara dengan 57 perusahaan dengan peserta aktif 361 ribu. Ini mewakili 21% dari populasi pekerja,” ujarnya. dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi 9 DPR RI di Senayan, Batavia Tengah, Selasa (2/7/2024).

Hasilnya, ditemukan 53% pengusaha mengaku mengalami penurunan pesanan. Kondisi ini berdampak pada pengurangan jam kerja dan efisiensi.

Meski begitu, sebanyak 43% perusahaan mengaku sudah mulai bereksperimen dengan pesanan tersebut. Pertumbuhan ini terutama terjadi pada industri kulit dan sepatu.

“Tapi sudah ada perusahaan yang mengalami peningkatan pesanan sebesar 43%. Sebelumnya kita melihat industri kulit dan alas kaki mengalami peningkatan, lalu ada juga yang masih membahas pandemi Covid-19 (4,17%), jelasnya.

Anggoro menjelaskan, perusahaan-perusahaan tersebut menaruh harapan besar kepada pemerintah. Beberapa di antaranya terkait perizinan pengangguran, regulasi minimal, pembuangan bahan baku, pelatihan sumber daya manusia, dan insentif perpajakan.

“Mereka punya 5 cita-cita. Katanya, untuk bisa bertahan, mereka memerlukan kemudahan perizinan bagi investor agar tidak kalah bersaing dengan negara berkembang lainnya. Kedua, menetapkan upah minimum yang tidak membebani perusahaan,” ujarnya.

Ketiga, ketersediaan bahan baku yang mudah dan murah. Ini juga penting bagi mereka. Keempat, peningkatan pelatihan dan kapasitas kerja. Kelima, insentif perpajakan, pungkas Anggoro.

Tonton juga video ‘Warga Denpasar kaget, SIM kini jadi BPJS’;

(Ili/rd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *