Jakarta –
Read More : Nasib Pria China yang Tewas usai Cabut 23 Gigi dan Jalani 12 Implan
Obat herbal tradisional merupakan produk yang dipercaya dapat membantu memberikan kesembuhan dari penyakit tertentu. Di sisi lain, masyarakat juga mempunyai pilihan lain, yaitu obat-obatan kimia modern yang biasa diresepkan oleh dokter.
Keduanya sering dikonsumsi bersamaan karena diyakini lebih efektif dan cepat hasilnya. Sebenarnya amankah mencampurkan obat herbal dan kimia?
Menanggapi pertanyaan tersebut, dr Ingrid Tania, Ketua Persatuan Dokter Pengembang Obat Tradisional Indonesia (PDPOTJI), mengatakan, mengonsumsi obat herbal dan obat kimia memang bisa dilakukan. Namun konsumsinya harus ada jeda
“Perlu konsultasi ke dokter yang paham, karena ada obat herbal yang aman dicampur dengan obat kimia, tapi jangan diminum bersamaan. Biasanya ada jeda satu jam antara minum obat kimia dan herbal.” Kamis (10/10/2024) Dr.
Dr Ingrid menekankan, banyak obat herbal yang tidak disarankan dicampur dengan obat kimia modern.
“Misalnya orang tersebut mengonsumsi obat kimia heparin yang merupakan pengencer darah. Tidak boleh dikonsumsi dengan obat herbal yang dapat mengencerkan darah, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dikhawatirkan efeknya ‘Pengencer darah. Waspadai jamu ilegal.
Masyarakat juga harus mewaspadai obat-obatan herbal yang dijual bebas di pasaran. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPM) baru-baru ini mengungkap ada 10 jenis obat herbal ilegal yang ternyata bisa menyebabkan gagal ginjal dan penyakit jantung penyebabnya, misalnya ular kobra
Obat-obatan tersebut diketahui mengandung bahan kimia obat (BKO) yang justru dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gagal ginjal dan serangan jantung.
“Obat herbal yang mengandung BKO ini ternyata bisa memicu gagal ginjal bahkan gagal hati. Sebab, produsennya sudah menambahkan BKO, tapi tidak mencantumkannya di kemasan, yang tidak kita ketahui. lihat batas aman Dr. Video: BPOM selidiki obat herbal berbahaya pemicu liver, ini daftarnya” (DPY/UP)