Jakarta –

Read More : iPad Gen 11 2025: Spesifikasi dan Harga di Indonesia

Beberapa siswi SMA Islam Hanafi mengunjungi pabrik OPPO di Indonesia. Di sana, siswa tidak hanya belajar tentang teknologi, tetapi juga diajak melihat dunia dari sudut pandang baru. Hal ini membawa mereka lebih dekat dengan impian dan aspirasi mereka untuk masa depan.

Athar, seorang mahasiswi mengaku takjub melihat proses pembuatan smartphone. Ia pun kaget melihat antrean mesin dan pekerja di lini produksi Oppo.

Kunjungan ke pabrik OPPO di Indonesia menginspirasi mereka untuk menggabungkan kecintaan mereka terhadap pesawat terbang dengan inovasi teknologi untuk menciptakan ponsel tahan radiasi.

Atmar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/11/2024), mengatakan, “Jika ada ponsel yang aman digunakan di pesawat, dan tidak membahayakan mata, pasti semua orang akan sehat.”

Athar menuturkan, suatu saat ia berharap bisa membuat pesawat terbang karena memandang BJ Habibi sebagai teladan. Selain itu, ayahnya sering bekerja di luar rumah. Hal ini membuatnya berpikir betapa menyenangkannya jika suatu hari nanti dia bisa menerbangkan ayahnya dengan pesawat yang dia buat sendiri.

“Ketika saya besar nanti, saya ingin membuat pesawat terbang dan menerbangkan ayah saya ke luar kota untuk bekerja,” katanya.

Melihat kecanggihan teknologi dan inovasi di pabrik OPPO, Atmar menyadari bahwa menciptakan sesuatu yang bermanfaat memerlukan ketelitian dan kerja keras.

“Suatu hari nanti saya akan menciptakan teknologi yang dapat membantu lebih banyak orang seperti OPPO,” kata Atmar.

Selain belajar mengenai teknologi, Atmar juga mengunjungi lapangan sepak bola, basket, dan voli di pabrik OPPO yang dapat dinikmati seluruh karyawan. Mereka tampak bersemangat melihat ruang rekreasi yang dilengkapi dengan foosball, billiard, dan alat fitnes.

Atmar mengatakan, “Pabrik ini bukan sekedar untuk bekerja, tapi tempat relaksasi bagi semua orang.

Lingkungan kerja yang demikian menjadi motivasi tambahan bagi Atmar. Sebab tempat kerja yang ideal haruslah memperhatikan kesejahteraan semua orang, termasuk para pekerja dan lingkungan sekitar.

Ia menambahkan: “Saya sangat ingin bekerja di tempat seperti itu. Jika pabriknya damai, orang pasti akan senang.”

Alona: Calon dokter dengan ketelitian luar biasa

Di sisi lain, murid Alona yang lain mempunyai jiwa yang berbeda. Dia bersemangat melihat setiap sudut pabrik.

“Saya suka melihat bagaimana ponsel dirakit, dari awal hingga dimasukkan ke dalam kotaknya,” kata Alona.

Dari semua tahapan tersebut, yang paling menarik bagi Alona adalah uji ketahanan smartphone. Menurut mereka, ponsel yang bagus haruslah tahan lama dan tahan air. Ia ingin memastikan ponselnya bisa bertahan saat terjatuh saat hujan atau terekspos, karena menurutnya ponsel yang awet bisa membantu banyak orang.

Cita-cita Aluna adalah menjadi seorang dokter. Baginya pengalaman melihat proses produksi bukan hanya soal teknologinya saja, tapi juga belajar bagaimana sesuatu yang dibuat dengan baik dan cermat bisa bermanfaat bagi banyak orang.

“Jika saya menjadi dokter, saya juga ingin membuat alat kesehatan yang tidak mudah rusak, seperti ponsel OPPO ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Alona mengaku kaget dengan rumitnya HP seri Reno12 yang mampu menghilangkan objek pada foto menggunakan AI Eraser 2.0. Fitur-fitur berkualitas tinggi seperti ini membuat Alona semakin yakin bahwa teknologi yang baik dapat menunjang produktivitas dan kreativitas di berbagai bidang.

Eksperimen yang Mengubah Visi: Teknologi untuk Masa Depan

Dalam kunjungan tersebut, Athar dan Alona segera menyadari bahwa teknologi bukan sekedar alat sehari-hari. Saat mencoba merakit komponen dalam sesi simulasi, Atmar berpikir keras bagaimana membuat smartphone yang aman untuk penerbangan. Dia dengan hati-hati mengatur layar dan baterainya, seolah membayangkan bagaimana dia akan merakit pesawat di masa depan.

Selain itu, Alona juga sangat berhati-hati dalam menata motherboard dan bagian-bagian kecil lainnya. Kegiatan ini melatihnya untuk berpikir bahwa dunia medis, seperti halnya teknologi, membutuhkan ketelitian yang tinggi.

Sementara itu, Marketing Director OPPO Indonesia Patrick Owen berharap program kunjungan pabrik OPPO Indonesia dapat menginspirasi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan bermimpi besar.

Ia mengatakan, kami berharap melalui pengalaman seperti ini, anak-anak dapat melihat bahwa teknologi tidak hanya untuk digunakan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari masa depan mereka.

(akn/ega)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *