Jakarta –

Read More :

Hizbullah menggunakan pager sebagai alat telekomunikasinya karena teknologinya yang sederhana dan tidak mudah diretas atau terinfeksi virus. Namun pager tersebut, yang diyakini merupakan operasi Israel, tiba-tiba meledak. Jadi apa itu pager?

Pager adalah alat komunikasi yang banyak digunakan sebelum munculnya telepon seluler. Alat musik ini digunakan banyak orang hingga menjadi lagu di Indonesia pada tahun 1990an.

Pager, disebut juga pager atau pager di Indonesia, adalah perangkat elektronik portabel kecil yang terkadang dapat mengirim pesan teks atau peringatan. ya Ada versi pager yang bisa mengirim pesan, tidak hanya menerimanya.

Kebanyakan pager menerima pesan melalui frekuensi radio dari stasiun pangkalan atau pusat distribusi. Pesan-pesan ini dapat berupa numerik (misalnya, nomor telepon) atau alfanumerik (teks). Perangkat kemudian menampilkan pesan untuk mengingatkan pengguna.

Versi pager dua arah digunakan untuk mengirim pesan. Times of India dikutip detikINET, pengguna bisa membalas pesan atau mengirim pesan teks ke pengirimnya. Namun, perangkat dua arah ini jarang digunakan oleh lebih banyak orang dibandingkan pager satu arah yang sederhana.

Pager mengeluarkan nada untuk memberi tahu pengguna tentang pesan masuk. berbunyi bip atau bergetar. Fitur ini sangat berguna terutama di lingkungan yang bising atau situasi yang banyak dikunjungi luak, seperti rumah sakit.

Perangkat ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1950an dan 1960an. Pager kemudian mencapai puncak popularitasnya pada akhir tahun 1990an dan awal tahun 2000an, sebelum era telepon seluler. Penerima juga sangat populer dalam profesi yang membutuhkan komunikasi yang cepat dan andal.

Karena tidak bergantung pada keandalan dan jaringan seluler, perangkat ini digunakan oleh dokter, perawat, dan personel darurat; Dalam beberapa kasus, ini mungkin tidak dapat diandalkan atau tidak tersedia.

Namun pada akhir abad ke-21, telepon seluler menjadi populer dan menggantikan pager. Meskipun demikian, beberapa layanan darurat dan petugas keamanan masih menggunakan pager.

Hizbullah sendiri telah mengabaikan perangkat berteknologi tinggi untuk menghindari program mata-mata Israel dan AS, dan memilih untuk melakukan pager. “Hizbullah kembali menggunakan perangkat ini karena mereka berpikir akan lebih aman bagi para pejuangnya untuk menggunakan pager dibandingkan telepon bertarget GPS,” kata Avi Melamed, mantan pejabat intelijen Israel dan analis Timur Tengah. Tonton video “Ledakan Tender Hizbullah: 12 Tewas, 2.800 Terluka” (fyk/fyk)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *