Jakarta –

Read More : 35 Ide Ucapan Selamat Ramadan Buat Atasan dan Teman Kerja

Anggota Komite Keempat Fraksi PDIP, DPR RI, Edoardus Kaize, mengatakan masyarakat adat di Papua Selatan memprotes proyek pengembangan sawah seluas satu juta hektar. Awalnya, tidak ada kendala dalam rencana pencetakan padi tersebut, namun kini muncul penolakan karena masukan awal proyek tidak mengikutsertakan masyarakat adat.

“Karena ketika pertama kali keluar, ada yang salah dengan masyarakat yang tidak ikut serta, sehingga sekarang terlihat masih ada pro dan kontra, tapi tetap saja terjadi. Mudah-mudahan diperbaiki.” Hal itu terjadi dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian (Kimantan) di Gedung DPR RI, Selasa (5 November 2024).

Jika masyarakat adat dilibatkan sejak awal, kata dia, tidak akan banyak perlawanan. Ia meminta Kementerian Pertanian melibatkan berbagai pihak di Papua Selatan.

“Karena pengunjuk rasa saat ini adalah penduduk asli, prosesnya mungkin akan dinegosiasikan ulang di masa depan,” katanya.

Menteri Pertanian Andy Imran Suleiman mengatakan, pihaknya sudah delapan kali mengunjungi Papua Selatan, khususnya Merauk. Menurutnya tidak ada keberatan, justru masyarakat di sana ingin segera mencetak sawah tersebut.

Imran menuturkan, “Kami bolak-balik ke Merauk selama sebulan. Khusus Kerik (daerah di Merauk), tidak ada yang keberatan. Bahkan antrean meminta kami bergegas ke Kurek.”

Menurut Imran, antusiasnya masyarakat di Meruk untuk mencetak sawah karena pemerintah akan memberikan bantuan alat pertanian gratis, mulai dari mesin pertanian, bibit, hingga irigasi yang lebih baik.

“Kami memberikan bantuan mesin dan peralatan secara gratis dan 40.000 saluran irigasi akan kami perbaiki secara gratis,” jelasnya.

Edwards kemudian menjawab lagi bahwa komoditas utama yang dikonsumsi di Papua bukanlah beras melainkan sagu. Jadi lahan bekas sawah di Papua Selatan juga akan dijadikan lahan sagu.

Ia berharap beras tidak menjadi satu-satunya komoditas yang dikembangkan di wilayah tersebut. “Jadi mohon dicermati baik-baik dan disinkronkan agar pangannya bukan hanya nasi, ada sagu. Di lahan yang dibongkar itu ada sagu,” ujarnya.

Tonton Juga Video: Mentan Minta Tambahan Anggaran Rp 68 Triliun untuk Cetak Sawah – Program Susu Gratis

(di sana/gambar)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *