Jakarta –

Read More : Copa del Rey: Barca ke Semifinal usai Libas Valencia 5-0

Kepala Biro Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Gatot S Wibowo menanggapi viralnya isu Pembina Sekolah Luar Biasa (SLB) Tingkat Nasional di Jakarta yang disita kantornya. Berita ini menyebar di Internet

Gatot menjelaskan, pihaknya telah memenuhi ketentuan bea masuk dan pembebasan bea masuk barang dengan SLB dan instansi terkait. Dia mengklaim SLB tidak melaporkan alat buta sebagai hadiah.

“Kami masih melakukan negosiasi dengan SLB dan instansi terkait untuk memenuhi persyaratan mendapatkan syarat pembebasan pajak dan bea masuk atas impor subsidi. Karena sebelumnya penerima tidak melaporkan barang tersebut subsidi,” ujarnya kepada wartawan detikcom. Sabtu (27.04.2024).

Namun Ghatot mengatakan, tagihan senilai ratusan juta rupee akan dihapuskan jika persyaratan dokumen terpenuhi dan peralatan tersebut terbukti merupakan hasil subsidi. Kasus ini juga diharapkan segera terselesaikan.

“(Tidak dipungut biaya) ya, kalau syarat dokumen untuk mendapatkan formulir pengeluaran barang sumbangan sudah terpenuhi ya. Kami akan terus koordinasikan dan bisa diselesaikan secepatnya,” ujarnya.

Kami ingatkan, kasus ini sudah dimulai sejak tahun 2022 dan hingga saat ini belum dibuka. Netizen yang mengunggah kasus tersebut menyayangkan kejadian tersebut, mengingat kegunaan alat tersebut belum dimanfaatkan.

“Saya dan pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) juga mendapat bantuan dari perusahaan Korea untuk membelikan alat pendidikan bagi tunanetra. Saat saya coba ambil dari bea cukai Soetta, mereka bilang akan bayar saya ratusan juta. gudang baik-baik saja? Saya tidak bisa mendapatkannya mulai tahun 2022,” ujarnya, Sabtu (27/04/2024) dilansir X.

Akun resmi X Bea dan Cukai Soekarno Hatta menanggapi cuitan tersebut. Bea dan Cukai sepakat untuk memantau kasus tersebut dan meminta yang bersangkutan memberikan informasi tanda terima untuk proses pemantauan.

“Terkait tweet anda tentang bantuan alat bantu latihan tuna netra untuk SLB, mohon dikirimkan kepada kami resi/nomor AWB anda agar dapat kami selidiki lebih lanjut,” tulis akun @beacukaisoetta.

Setelahnya, Nirwala Dwi Heryanto, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna, Pelayanan Kepabeanan pun ikut berkomentar. Dia menjelaskan, kasus tersebut ditangani Bea dan Cukai Soekarno Hatta yang saat ini sedang didalami jadwal lengkapnya.

“BC Soetta sudah meminta keterangan dan kajian data serta timeline untuk mengetahui akar permasalahannya di mana. BC Soetta juga sudah menghubungi SLB untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut,” ujarnya kepada detikcom. (ily/hns)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *